Jurnalis Diajak Tinggalkan Model Lama Produksi Berita di Era Digital

- Publisher

Rabu, 31 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INIKEPRI.COM – Jurnalis dajak mengubah cara memproduksi berita mereka, yakni dengan tidak menggunakan model lama dalam menghadapi era kemajuan teknologi digital, khususnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI),

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP Kominfo), Usman Kansong, dalam Forum Diskusi “Tantangan Jurnalisme di Tengah Distrupsi Digital Menengah Manipulasi Informasi” sebagai rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2024, yang digelar di Jakarta, pada Rabu (31/1/2024).

“Bagaimana kita memproduksi berita di era digital ini saya kira kita tidak lagi bisa menggunakan model lama. Straight news misalnya atau hard news atau bercerita tentang kemarin,” kata Dirjen Usman.

BACA JUGA:  bank bjb Raih Penghargaan Sebagai Bank Peduli Perekonomian Masyarakat Desa di Indonesia

BACA JUGA:

Menkominfo Ajak Ekosistem Cari Solusi Meningkatkan Kecepatan Internet

Usman Kansong mengatakan, strategi membuat berita di koran dengan bercerita tentang kemarin sudah tidak relevan dengan perkembangan teknologi digital.

Untuk itu dia mendorong jurnalis media cetak agar memberitakan mengenai hari ini dan besok agar tidak tertinggal dari media online.

“Koran biasanya bercerita tentang kemarin, maka kita harus mengubah cara-cara jurnalisme kita dengan menceritakan memberitakan hari ini dan besok, Kompas saya kira sudah melakukan itu,” ungkap dia.

Selain itu Dirjen Usman mendorong jurnalis menulis dengan gaya bertutur atau feature.

Sebab, feature itu memiliki karakter awet atau tahan lama jika dibandingkan dengan hard news.

BACA JUGA:  Berikut Daftar Harga Rokok Terbaru 2022: Dari Sampoerna, Djarum hingga Gudang Garam

Dia juga menyarankan agar jurnalis membuat laporan mendalam (indepth report) yang mengandung analisis, untuk mendapatkan sifat jurnalisme suatu berita dan membuat berita eksklusif yang berbeda dari hasil karya jurnalis lain.

“Nah itu beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjawab problem di dunia jurnalisme yang ditimbulkan oleh teknologi digital,” jelas Dirjen IKP Kominfo.

Selain itu, Usman Kansong mengajak jurnalis menulis berita untuk manusia karena di era digital ini media banyak yang menulis berita untuk data.

Dalam hal itu, dia mengajak jurnalis menulis berita untuk subjek yang memberikan pencerahan kepada manusia yang memberikan informasi bagaimana menyelesaikan satu persoalan.

BACA JUGA:  Rizieq Minta Penangguhan Penahanan, Yusuf Muhammad: Enak Aja

“Jadi kalau berita tentang tadi kecelakaan tidak memberikan solusi karena dia menulis untuk objek seolah manusia itu sedang dibubuhi informasi yang bombastis,” kata Dirjen Usman.

Jurnalis juga diajak menulis berita yang meningkatkan martabat sebagai manusia, bukan malah membuat manusia tergantung oleh data.

Dirjen IKP Usman juga mendorong jurnalis menulis berita yang menyimpan harapan (hope) untuk meningkatkan semangat hidup pembaca di era digital saat ini.

“Jangan sampai kita nggak punya hope. Kita berharap besok punya duit, kita berharap calon presiden jagoan kita yang terpilih itu hope, harus ada hope,” tutup Dirjen IKP Kominfo. (DI)

Berita Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027
Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru
Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus
Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Berita Terbaru