Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat, Lampaui Mata Uang Regional Lainnya

- Publisher

Kamis, 22 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (ketiga dari kiri) bersama Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (ketiga dari kanan), dan para Deputi Gubernur (dari kiri) Aida S. Budiman, Doni P. Joewono, Juda Agung dan Filianingsih Hendarta memberikan pemaparan kepada media terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Selasa (21/8/2024). BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap di level 6,25 persen, suku bunga deposit facility tetap sebesar 5,5 persen, dan suku bunga lending facility tetap 7 persen. Foto: ANTARA/Muhammad Ramdan/aww.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (ketiga dari kiri) bersama Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (ketiga dari kanan), dan para Deputi Gubernur (dari kiri) Aida S. Budiman, Doni P. Joewono, Juda Agung dan Filianingsih Hendarta memberikan pemaparan kepada media terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Selasa (21/8/2024). BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap di level 6,25 persen, suku bunga deposit facility tetap sebesar 5,5 persen, dan suku bunga lending facility tetap 7 persen. Foto: ANTARA/Muhammad Ramdan/aww.

INIKEPRI.COM – Nilai tukar Rupiah menunjukkan penguatan signifikan pada Agustus 2024, didorong oleh bauran kebijakan moneter yang efektif dari Bank Indonesia, meningkatnya aliran masuk modal asing, serta meredanya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan bahwa nilai tukar Rupiah diperkirakan akan terus cenderung menguat ke depan. “Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan masih akan cenderung menguat sejalan dengan menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi, dan tetap baiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta komitmen kebijakan Bank Indonesia,” ujar Perry di Jakarta, Rabu (21/8/2024).

BACA JUGA:  Siapa Saja yang Berhak Dapat THR 2021? Simak Kriterianya Disini

Menurut Perry, Rupiah pada Agustus 2024 (hingga 20 Agustus 2024) menguat menjadi Rp15.430 per USD, atau mengalami apresiasi sebesar 5,34 persen dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2024. Penguatan Rupiah ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan mata uang regional seperti Baht Thailand, Yen Jepang, Peso Filipina, dan Won Korea, yang masing-masing menguat sebesar 4,22 persen, 3,25 persen, 3,20 persen, dan 3,04 persen.

BACA JUGA:  Suryono Gantikan Musni Hardi K. Atmaja Jabat Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Riau

“Dengan perkembangan tersebut, apabila dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, tingkat depresiasi Rupiah lebih kecil dari depresiasi Rupee India, Peso Filipina, dan Won Korea,” tambah Perry, menekankan keunggulan Rupiah di tengah tekanan ekonomi global.

BACA JUGA:  Mantap! Cadangan Devisa Mampu Menjaga Stabilitas Makroekonomi

Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang ada, termasuk memperkuat strategi operasi moneter yang pro-market melalui optimalisasi instrumen seperti Sertifikat Bank Indonesia (SRBI), Surat Berharga Negara (SVBI), dan Surat Utang Valas (SUVBI). Perry menegaskan komitmen BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah demi mendukung perekonomian nasional.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Sumbang Seperempat Pertumbuhan Nasional, Batam Jadi Motor Utama Investasi
Inflasi Batam Tembus 4,75 Persen, Harga Pangan dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu
BI: Penyaluran Kredit di Kepri Tembus Rp105,42 Triliun, Korporasi Jadi Motor Pertumbuhan
Reformasi Regulasi dan Pembenahan Infrastruktur Dorong Lonjakan Investasi Kota Batam
Inflasi Batam Tembus 3,99 Persen, Amsakar Soroti Tiga Komoditas Pemicu Kenaikan Harga
Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi
Pertimbangkan Daya Saing Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas
Batam Makin Strategis! RI-Singapura Sepakati 6 Kerja Sama, FTZ Kini Mencakup 22 Pulau

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:01 WIB

Inflasi Batam Tembus 4,75 Persen, Harga Pangan dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:53 WIB

BI: Penyaluran Kredit di Kepri Tembus Rp105,42 Triliun, Korporasi Jadi Motor Pertumbuhan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:39 WIB

Reformasi Regulasi dan Pembenahan Infrastruktur Dorong Lonjakan Investasi Kota Batam

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:38 WIB

Inflasi Batam Tembus 3,99 Persen, Amsakar Soroti Tiga Komoditas Pemicu Kenaikan Harga

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:30 WIB

Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi

Berita Terbaru