Pembangunan Merata Jadi Kunci Kepuasan Publik terhadap Jokowi Capai 86,5 Persen

- Publisher

Selasa, 1 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo mengunjungi Delimas Pasar Raya Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, pada Selasa, 10 September 2024. Foto: Galeri InfoPublik

Presiden Joko Widodo mengunjungi Delimas Pasar Raya Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, pada Selasa, 10 September 2024. Foto: Galeri InfoPublik

INIKEPRI.COM – Menjelang akhir masa jabatannya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terus mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Survei terbaru dari Poltracking Indonesia mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi mencapai 86,5 persen. Angka itu mencakup gabungan dari responden yang merasa sangat puas dan cukup puas terhadap kinerja presiden dua periode ini.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, menyebutkan bahwa survei ini menunjukkan kepercayaan publik yang tetap tinggi meskipun masa jabatan Presiden Jokowi akan segera berakhir.

Survei yang dilakukan pada 8-14 September 2024 ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan teknik multistage random sampling. Metode wawancara tatap muka dipakai dalam survei ini, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,9 persen.

BACA JUGA:  OJK Ingatkan Warga Waspada Investasi Bodong VTube, Ini Modusnya

Hasil survei menunjukkan 17,4 persen responden merasa sangat puas dengan kinerja Presiden Jokowi, sementara 69,1 persen lainnya merasa cukup puas. Sebaliknya, 11,2 persen merasa kurang puas, dan hanya 1,5 persen yang sangat tidak puas. Sebanyak 0,8 persen responden tidak memberikan jawaban.

“Angka 86,5 persen ini merupakan akumulasi dari responden yang sangat puas dan cukup puas terhadap kinerja Presiden Jokowi. Ini menunjukkan apresiasi publik yang signifikan di akhir masa jabatan beliau,” jelas Hanta Yuda dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik pada Senin (30/9/2024).

Faktor di Balik Tingginya Tingkat Kepuasan

Pencapaian ini mendapatkan perhatian di tengah berbagai tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, dan dampak pandemi yang masih terasa. Kebijakan strategis Presiden Jokowi dalam membangun infrastruktur, melakukan reformasi birokrasi, serta memperkuat sektor ekonomi digital dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru.

BACA JUGA:  Nyoman Nuarta: Filosofi Desain Istana Garuda Simbol Penyatuan 1.300 Suku di Indonesia

“Keberhasilan Presiden Jokowi dalam mengelola proyek strategis nasional dan menjaga stabilitas politik juga menjadi faktor utama di balik tingginya kepuasan publik ini,” tambah Hanta. Selain itu, pembangunan yang merata di luar Pulau Jawa mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat.

Meskipun demikian, berbagai tantangan besar masih menunggu pemerintahan berikutnya. Indonesia harus menghadapi isu kesenjangan ekonomi, perubahan iklim, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menyongsong era globalisasi dan digitalisasi.

BACA JUGA:  Jokowi dan PM Singapura Berencana Bertemu di Bintan, Bahas Apa?

Pengamat politik Denny Januar Ali menyatakan bahwa meski Presiden Jokowi meraih tingkat kepuasan yang tinggi, pemerintahan berikutnya harus fokus pada isu-isu mendasar seperti pendidikan, kesehatan, dan daya saing industri lokal di pasar global.

Survei Poltracking Indonesia ini juga memberikan sinyal positif bagi estafet kepemimpinan berikutnya. Tingginya kepercayaan publik kepada Presiden Jokowi diharapkan dapat menjadi modal bagi pemimpin baru untuk melanjutkan kebijakan yang pro-rakyat dan mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

“Kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap Jokowi menunjukkan harapan akan kesinambungan kebijakan pro-rakyat, terutama dalam bidang infrastruktur, digitalisasi, dan ekonomi hijau,” tutup Hanta Yuda.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun
Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya
Gugatan Ganti “Laut China Selatan” Jadi “Laut Natuna Utara” Ditolak MK
Sindikat Meterai Palsu Lintas Provinsi Dibongkar, Negara Berpotensi Rugi Rp1,03 Triliun

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 07:15 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD

Sabtu, 5 September 2026 - 11:15 WIB

Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Berita Terbaru