Nyoman Nuarta: Filosofi Desain Istana Garuda Simbol Penyatuan 1.300 Suku di Indonesia

- Publisher

Minggu, 11 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Istana Negara dan Istana Garuda difoto dari Sumbu Kebangsaan di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (9/8/2024). Menurut Menteri PUPR sekaligus Plt Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, per 10 Agustus 2024 pemerintah akan menyetop sementara proyek pembangunan IKN yang berhubungan dengan kegiatan luar dikarenakan akan fokus untuk persiapan penyelenggaran upacara Kemerdekaan Indonesia. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Suasana Istana Negara dan Istana Garuda difoto dari Sumbu Kebangsaan di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (9/8/2024). Menurut Menteri PUPR sekaligus Plt Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, per 10 Agustus 2024 pemerintah akan menyetop sementara proyek pembangunan IKN yang berhubungan dengan kegiatan luar dikarenakan akan fokus untuk persiapan penyelenggaran upacara Kemerdekaan Indonesia. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

INIKEPRI.COM – Desainer utama Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN), Nyoman Nuarta, mengungkapkan bahwa esensi dasar dari desain istana tersebut adalah penyatuan lebih dari 1.300 suku yang ada di Indonesia. Filosofi itu diwujudkan melalui pilihan bentuk Garuda sebagai representasi bangunan, yang dianggap mampu merangkul keberagaman suku di Indonesia tanpa menimbulkan kecemburuan antardaerah.

Nyoman, pada Sabtu (10/8/2024), menjelaskan bahwa Garuda dipilih sebagai ide dasar karena sudah dikenal luas oleh seluruh suku di Indonesia. Mengingat Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat kaya, ia merasa bahwa memilih satu identitas suku sebagai representasi istana akan kurang adil dan dapat menimbulkan kecemburuan.

BACA JUGA:  Cek Disini Penerima Bansos Tunai dan Beras 10 Kg

“Saya memilih Garuda sebagai ide dasar karena semua suku di Indonesia sudah mengenalnya. Tidak mungkin semua identitas suku terserap dalam satu bangunan,” ujar Nyoman, dikutip dari ANTARA, Minggu (11/8/2024).

Ia menjelaskan bahwa bentuk Garuda menjadi pilihan dasar dari desain Istana karena Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku, masing-masing dengan budaya yang khas, termasuk rumah adat, kerajinan, dan tekstilnya. Oleh karena itu, Nyoman merasa tidak adil jika hanya satu identitas suku yang diwakili dalam desain Istana Garuda.

“Untuk menghindari kecemburuan, saya menghindari penggunaan identitas salah satu suku dalam membangun Istana. Pilihan Garuda sebagai ide dasar adalah solusi yang adil,” tambahnya.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Tegaskan IKN adalah Pusat Pemerintahan Baru

Menurut Nyoman, Garuda sudah sangat dikenal oleh semua suku di Indonesia sebagai lambang negara. Konsep ini digunakan untuk memperkuat rasa persatuan dalam desain Istana Garuda di IKN.

Lebih lanjut, Nyoman juga menekankan bahwa Lambang Garuda Pancasila diciptakan oleh Sultan Hamid II yang berasal dari Kalimantan, menepis anggapan bahwa Garuda berasal dari budaya Hindu.

“Tidak ada satu pun dari ribuan suku yang memprotes pilihan desain ini. Yang protes justru dari kalangan arsitek yang kalah berkompetisi. Ini adalah hasil dari kompetisi desain, dan konsep saya bertujuan untuk mencegah perpecahan akibat desain yang tidak tepat,” jelas Nyoman.

BACA JUGA:  Fatwa MUI Soal Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban

Menanggapi kesan mistis yang mungkin muncul terkait desain Istana Garuda, Nyoman mempersilakan setiap orang untuk memiliki persepsi masing-masing, yang menurutnya dipengaruhi oleh latar belakang dan pengalaman pribadi mereka.

Ia juga menjelaskan tentang warna Istana Garuda, di mana bagian muka yang berwarna kuningan akan mengalami perubahan secara perlahan menjadi hijau kebiruan, proses yang dikenal dengan nama patina. Sementara itu, struktur bilah yang terbuat dari baja tahan cuaca akan berubah dari kemerahan menjadi gelap dalam waktu 1-2 tahun.

“Garuda tampak gagah dengan kepala yang menengok ke depan. Terserah bagaimana orang menafsirkannya,” tutup Nyoman.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Program SMA Unggul Garuda Digeber, Akses Pendidikan Berkualitas Kian Terbuka
Ketum GHLHI Soroti Menteri Lingkungan Hidup, Desak Penegakan Hukum Lebih Tegas
Serahkan KTP di Lobi Gedung? Pakar Sebut Berpotensi Langgar UU Data Pribadi
Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 5 Santri Laki-Laki, Ustaz SAM Dilaporkan ke Bareskrim Polri
KNPI Serukan Pemuda Jaga Persatuan di Tengah Isu Pemakzulan Pemerintah
Guntur Sahat Jadi Kakanwil Imigrasi Kepri, Wahyu Eka Putra Pimpin Imigrasi Batam
Terpidana Kasus Quotex Doni Salmanan Resmi Bebas Bersyarat Sejak 6 April 2026
Kepala BNN Usul Vape Dilarang, Temuan Zat Narkotika Mengejutkan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:21 WIB

Program SMA Unggul Garuda Digeber, Akses Pendidikan Berkualitas Kian Terbuka

Senin, 27 April 2026 - 17:50 WIB

Ketum GHLHI Soroti Menteri Lingkungan Hidup, Desak Penegakan Hukum Lebih Tegas

Minggu, 19 April 2026 - 11:52 WIB

Serahkan KTP di Lobi Gedung? Pakar Sebut Berpotensi Langgar UU Data Pribadi

Jumat, 17 April 2026 - 06:59 WIB

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 5 Santri Laki-Laki, Ustaz SAM Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Senin, 13 April 2026 - 16:18 WIB

KNPI Serukan Pemuda Jaga Persatuan di Tengah Isu Pemakzulan Pemerintah

Berita Terbaru