Amsakar–Li Claudia Akan Disematkan Gelar Adat Melayu Kepri, Prosesi Digelar di Istana Besar Madani

- Publisher

Sabtu, 14 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jemputan penabalan. Foto: LAM Batam

Jemputan penabalan. Foto: LAM Batam

INIKEPRI.COM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, akan menerima gelar adat dan tanda kehormatan dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam pada Minggu, 16 Juni 2025, di Istana Besar Madani, Gedung LAM Batam Center.

Dalam semarak budaya dan nuansa adat yang agung, penabalan ini menjadi bentuk penghargaan dari masyarakat Melayu atas dedikasi keduanya dalam memimpin Batam—bukan hanya membangun kota, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebudayaan sebagai akar kekuatan.

“Ketika tanjak dikenakan di kepala, itu bukan sekadar hiasan—tapi lambang kepercayaan. Saat keris disematkan di pinggang, itu bukan sekadar pusaka—melainkan penjaga marwah dan harga diri.”

Prosesi adat akan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan “elu-eluan”, petuah adat yang disampaikan oleh Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam, YM. H. Raja Muhammad Amin. Amsakar dan Li Claudia akan tampil dalam busana adat Melayu lengkap, dengan tanjak, selempang, dan keris—atribut yang sarat filosofi.

BACA JUGA:  Pietra Paloh: Bismillah, Saya Maju Caleg DPR RI Dapil Kepri

Puncak prosesi akan ditandai dengan tepuk tepung tawar, sebuah simbol suci dalam budaya Melayu yang menandai restu, harapan, dan doa tulus agar amanah dijalankan dengan tulus dan tanggung jawab.

“Dalam tepung yang ditabur, terselip harap agar langkah selalu dijaga langit, dan dalam warkah yang dibacakan, tersimpan janji setia kepada negeri.”

Setelah pembacaan Warkah Penabalan, LAM akan menyematkan atribut adat secara simbolis:

  • Tanjak melambangkan kepemimpinan yang menjunjung marwah,
  • Selempang sebagai tanda amanah yang dipikul,
  • Keris sebagai lambang keberanian dan kehormatan,
  • Warkah sebagai saksi sejarah dan pengikat nilai-nilai adat.
BACA JUGA:  Penutupan Saba Karate, Open Tournament dan Festival Kepri 2023 Piala Amsakar Achmad

Penabalan ini diharapkan menjadi titik temu antara pembangunan modern dan akar budaya lokal, sebuah sinergi antara kekuasaan dan kearifan yang menumbuhkan Batam sebagai kota yang bertumbuh tanpa tercerabut dari jati dirinya.

“Di bawah langit Batam yang terang, dua pemimpin disapa adat dengan gelar—bukan sekadar nama, tapi amanah yang akan dibawa dalam setiap langkah mereka.”

Penulis : IZ

Berita Terkait

Mooncake Festival Meriah, Amsakar Bicara Potensi Budaya untuk Gerakkan Ekonomi Batam
18 Koperasi Desa Merah Putih Batam Diverifikasi, Tinggal Menunggu Tahap Serah Terima
Cegah Banjir, Batam Rutin Normalisasi Drainase hingga Siapkan Kolam Retensi 2027
Amsakar Dorong Guru Al-Qur’an Lebih Kreatif, Tak Hanya Kuasai Materi tapi Juga Teknologi
Amsakar – Li Claudia Siapkan SWRO untuk Penuhi Kebutuhan Air Data Center, Waduk Tetap untuk Masyarakat
Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s
Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland
Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:57 WIB

Mooncake Festival Meriah, Amsakar Bicara Potensi Budaya untuk Gerakkan Ekonomi Batam

Senin, 28 September 2026 - 07:22 WIB

18 Koperasi Desa Merah Putih Batam Diverifikasi, Tinggal Menunggu Tahap Serah Terima

Minggu, 27 September 2026 - 07:05 WIB

Amsakar Dorong Guru Al-Qur’an Lebih Kreatif, Tak Hanya Kuasai Materi tapi Juga Teknologi

Sabtu, 26 September 2026 - 07:49 WIB

Amsakar – Li Claudia Siapkan SWRO untuk Penuhi Kebutuhan Air Data Center, Waduk Tetap untuk Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 07:59 WIB

Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s

Berita Terbaru