Anak Tempatan Jadi Andalan, Ansar Cari Solusi Kekurangan Dokter Spesialis di Kepri

- Publisher

Jumat, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad saat mengikuti rapat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis dan subspesialis di daerah bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad saat mengikuti rapat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis dan subspesialis di daerah bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Foto: INIKEPRI.COM/KepriProv

INIKEPRI.COM – Menghadapi keterbatasan dokter spesialis di Kepri, Gubernur H. Ansar Ahmad menaruh harapan besar pada peran pemerintah pusat. Ia mendorong sinkronisasi kebijakan agar program beasiswa dokter spesialis yang digulirkan Pemprov benar-benar melahirkan tenaga medis yang siap mengabdi di daerah asalnya.

Menurut Ansar, salah satu strategi utama yang ditempuh Pemprov Kepri adalah memberikan beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri asli daerah. Program ini diharapkan tidak hanya menambah jumlah tenaga medis di rumah sakit kabupaten/kota, tetapi juga mendorong anak tempatan untuk kembali dan mengabdi di kampung halamannya.

BACA JUGA:  Pemprov Kepri Gandeng BMKG Perkuat Mitigasi Cuaca Ekstrem Menjelang Imlek 2025

“Kita ingin anak-anak Kepri yang kita sekolahkan bisa kembali menjadi dokter spesialis di daerah mereka sendiri. Dengan begitu, mereka akan lebih betah mengabdi karena punya ikatan emosional dan tanggung jawab moral terhadap masyarakatnya,” ujar Ansar, Rabu (10/9).

Permasalahan pemenuhan dokter spesialis di Kepri memang cukup kompleks. Regulasi yang ada saat ini masih membatasi beasiswa hanya bagi dokter berstatus PNS, sementara untuk dokter PPPK belum diatur secara jelas. Kondisi ini membuat kesempatan calon penerima beasiswa menjadi sangat terbatas. Di sisi lain, beberapa kabupaten menghadapi kendala berat dalam membayar insentif dokter spesialis, sehingga tak jarang ada dokter yang memilih pindah atau mengundurkan diri setelah beberapa tahun bertugas.

BACA JUGA:  Gubernur Kepri Ingatkan Pelaku Industri Untuk Kelola Limbah dengan Baik

Ansar menekankan, tanpa dukungan pemerintah pusat, upaya daerah akan sulit optimal. Ia menyebut perlu ada sinkronisasi kebijakan dari Kementerian PANRB, BKN, dan Kementerian Kesehatan agar status ASN khusus bagi dokter dari daerah tempatan bisa direalisasikan. Dengan begitu, program beasiswa yang dibiayai daerah tidak sia-sia, karena dokter spesialis yang sudah ditempa bisa langsung diangkat menjadi ASN di daerah asalnya.

BACA JUGA:  Ekonomi Kepri Tumbuh 4,88 Persen di Triwulan III-2023, Didorong oleh Konstruksi dan Perdagangan

“Kita harus mencari pola terbaik agar dokter yang ditempatkan di pulau-pulau tidak hanya singgah sementara. Kalau yang mengabdi adalah anak tempatan, insya Allah mereka akan lebih bertahan lama dan bisa memberikan pelayanan yang maksimal,” tegas Gubernur Ansar.

Melalui langkah ini, Pemprov Kepri berharap pemerataan layanan kesehatan di pulau-pulau semakin terjamin. Dengan adanya dokter spesialis yang siap mengabdi di rumah sakit daerah, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota besar untuk mendapatkan layanan medis yang layak.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru
BP Batam Pastikan Perbaikan Jalan Gajah Mada Hadirkan Jalan yang Lebih Berkualitas dan Nyaman, Pengguna Jalan Dihimbau Senantiasa Berhati-hati
Pernah Terendam Hingga 1 Meter, Kampung Purwodadi Kini Dikebut Bebas Banjir
BRIN Bongkar Fakta Baru Natuna: Bukan Sekadar Perbatasan, Tapi Simpul Peradaban Maritim Asia Tenggara
Disparbud Batam Panggil Manajemen Luxor Spa, Soroti Promosi Wanita Berbikini dan Pakaian Seksi di Media Sosial
Amsakar-Li Claudia Gaspol Jalan Lingkar Batam, Tiga Koridor Baru Disiapkan Pecah Kemacetan
Di Tengah Polemik KKMP Tutup, Pemko Batam Pastikan 16 Koperasi Merah Putih Sudah Rampung Dibangun
Pemkab Natuna Pangkas Ribuan Penerima BPJS Gratis, Bantuan Kini Diprioritaskan untuk Warga Miskin

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:59 WIB

Semester I 2026, Investasi Tanjungpinang Naik Jadi Rp470 Miliar, Pulau Basing Disiapkan Jadi Magnet Baru

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:50 WIB

BP Batam Pastikan Perbaikan Jalan Gajah Mada Hadirkan Jalan yang Lebih Berkualitas dan Nyaman, Pengguna Jalan Dihimbau Senantiasa Berhati-hati

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:58 WIB

BRIN Bongkar Fakta Baru Natuna: Bukan Sekadar Perbatasan, Tapi Simpul Peradaban Maritim Asia Tenggara

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:13 WIB

Disparbud Batam Panggil Manajemen Luxor Spa, Soroti Promosi Wanita Berbikini dan Pakaian Seksi di Media Sosial

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:49 WIB

Amsakar-Li Claudia Gaspol Jalan Lingkar Batam, Tiga Koridor Baru Disiapkan Pecah Kemacetan

Berita Terbaru