Pemerintah Matangkan Regulasi Program MBG, Lintas Kementerian Siap Bersinergi

- Publisher

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Jakarta. Foto: Dok. BGN

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Jakarta. Foto: Dok. BGN

INIKEPRI.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menyatakan pihaknya segera merampungkan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) tentang tata kelola penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan Hindayana juga menjelaskan bahwa keterlibatan berbagai instansi kementerian/lembaga dalam Program MBG sesuai dengan Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) tentang tata kelola MBG. Beleid tersebut akan segera disahkan.

“Dalam regulasi itu, diatur peran, fungsi, dan tugas masing-masing instansi, mulai dari kementerian hingga pemerintah daerah, agar program dapat berjalan secara terpadu,” kata Dadan dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (6/10/2025).

Lebih jauh, Kepala BGN mengungkapkan, dalam RPerpres itu diatur bahwa BGN berperan sebagai penyelenggara dengan tugas utama melakukan intervensi gizi.

BACA JUGA:  IISMA Entrepreneur Perkuat Keterampilan Wirausaha Mahasiswa lewat Studi di Luar Negeri

“Untuk pengawasan menjadi kewenangan Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Penyaluran makanan bergizi bagi balita, ibu hamil, dan menyusui dilakukan bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN),” ujarnya.

Pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur serta melakukan pembinaan kepada petani, peternak, dan nelayan di wilayah masing-masing.

“Sementara itu, Kementerian Pertanian berperan dalam meningkatkan produksi pangan, sedangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan meningkatkan produksi ikan, dan seterusnya,” kata Dadan.

Adapun, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengapresiasi dan merasa puas atas kinerja BGN yang dinilainya sangat profesional dalam menyiapkan serta menyajikan data yang akurat dan komprehensif.

BACA JUGA:  Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya

“Kami sangat puas dengan sinkronisasi data ini. Tentu masih ada hal-hal yang perlu disempurnakan, tetapi menurut kami data yang disajikan sudah semakin akurat,” kata Ketua DEN pekan lalu.

Pekan lalu, Pimpinan BGN berkunjung ke DEN dalam rangka koordinasi data, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antar-lembaga dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan data kebutuhan gizi dengan proyeksi kebijakan ekonomi nasional. Dengan demikian, kebijakan gizi tidak hanya berorientasi pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja, dan keberlanjutan pembangunan.

Menurut Luhut, ke depan data-data akan terintegrasi secara nasional, dan dia pun optimis, pelaksanaan program MBG akan semakin lebih baik.

BACA JUGA:  Yamaha Kenalkan Tujuh Warna Baru untuk Skutik Gear 125

“Tiga bulan ke depan, saya kira akan lebih baik karena dengan data yang ada dan pengecekan di lapangan, kami juga bangun tim dari DEN sehingga kita tidak hanya menerima laporan, sehingga keputusan yang diambil akan lebih akurat,” kata Luhut.

Atas atensi Ketua DEN, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana pun menegaskan komitmen BGN untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan data dan memperkuat kerja sama lintas sektor. Hal ini dilakukan agar program MBG dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat maupun perekonomian bangsa.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya
Dari Teller Bank hingga Admin: Ini 20 Pekerjaan yang Bisa Hilang karena AI
Gebrakan Baru Elon Musk: XChat Meluncur, Era Baru Aplikasi Pesan Dimulai dan Siap Tantang Dominasi WhatsApp
Bukan Bahasa Indonesia! Ini Asal-Usul Kata “Haram Jadah” yang Sering Disalahpahami
Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Dibuka, Lulusan Madrasah Kini Lebih Fleksibel Mendaftar

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Senin, 4 Mei 2026 - 08:18 WIB

Waspada! Data KTP Bisa Disalahgunakan Pinjol, Ini Cara Ceknya

Rabu, 29 April 2026 - 07:52 WIB

Dari Teller Bank hingga Admin: Ini 20 Pekerjaan yang Bisa Hilang karena AI

Berita Terbaru

Presiden AS Donald Trump. Foto: Istimewa

Internasional

Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:51 WIB