INIKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Natuna mengambil langkah progresif dengan membuka 500 hektare lahan perkebunan kelapa baru pada tahun 2026. Program ini ditujukan untuk menghidupkan kembali sektor kelapa yang selama ini menjadi komoditas andalan masyarakat setempat.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyampaikan bahwa pemerintah juga menyiapkan bantuan sebesar Rp2 juta per hektare bagi petani yang mengelola lahan tersebut.
Kebijakan ini diumumkan saat ia mendampingi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dalam peluncuran bantuan ketahanan pangan di Gudang Bulog Ranai, Minggu (5/4/2026).
“Tahun ini ada 500 hektare yang akan dibuka dan diserahkan kepada petani yang memiliki lahan. Setiap hektare akan mendapatkan bantuan Rp2 juta untuk biaya pembersihan lahan,” ujar Cen Sui Lan.
Program ini menyasar petani lokal yang memiliki lahan namun belum tergarap optimal. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban awal, khususnya dalam proses pembukaan atau land clearing, yang selama ini menjadi kendala utama.
Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan kembali populasi dan produktivitas kelapa di Natuna yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menilai peluang pasar kelapa saat ini sangat terbuka, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan.
“Permintaan dari industri pengolahan bisa mencapai 200 ribu ton. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan petani Natuna,” ungkapnya.
Selain pembukaan lahan baru, Ansar juga mengungkapkan adanya program peremajaan kebun kelapa seluas 500 hektare hasil koordinasi dengan Kementerian Pertanian. Dengan demikian, total 1.000 hektare lahan kelapa menjadi fokus pengembangan sepanjang tahun 2026.
Tak hanya sektor perkebunan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Pemkab Natuna juga mulai melirik pengembangan sektor peternakan sapi. Namun, Ansar mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait ketersediaan lahan luas serta aspek keekonomian bagi investor.
“Jika perhitungan ekonominya menguntungkan, investor tentu akan masuk. Ini yang sedang kita dorong,” jelasnya.
Dengan posisi geografis yang strategis di jalur pelayaran internasional, Natuna dinilai memiliki potensi besar untuk menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berorientasi ekspor.
Program revitalisasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat perbatasan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah terdepan Indonesia tersebut.
Penulis : RP
Editor : IZ

















