Tes Lab Ungkap Kemampuan Bertahan Virus Corona

- Admin

Sabtu, 19 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Tim peneliti melakukan serangkaian percobaan di laboratorium untuk mengetahui kemampuan bertahan virus penyebab Covid-19, SARS-CoV-2. Hasil yang didapatkan tim peneliti cukup mengejutkan.

Setidaknya ada tiga kemampuan bertahan SARS-CoV-2 yang berhasil terungkap. Berikut ini adalah ketiga kemampuan tersebut, seperti dilansir Asia One.

Sangat resilien dan mampu self-healing

Dalam sebuah percobaan, tim peneliti asal Hungaria berupaya “menusuk” SARS-CoV-2 dengan jarum halus. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar kekuatan yang dibutuhkan untuk membuat virus tersebut meletus seperti balon.
Dalam percobaan ini, tim peneliti mengarahkan jarum halus dari bagian atas hingga ke bawah virus. Virus tersebut sempat terpecah namun kemudian kembali menjadi satu setelah jarum halus diangkat.

Baca Juga :  Ketahui Ini 3 Efek Samping Vaksin Corona

Cara ini diulang hingga 100 kali oleh tim peneliti. Akan tetapi, sebanyak itu pula partikel virus kembali menyatu seperti semula.

“Virus ini sangat tangguh,” jelas tim peneliti Dr Miklos Kellermayer dari Semmelweis University dalam paper yang diungah pada biorxiv.org.

Tim peneliti menilai temuan ini menunjukkan SARS-CoV-2 merupakan virus yang secara fisik paling elastis. Deformasi berulang tampak tidak mempengaruhi struktur dan konten di dalam virus secara keseluruhan.

Baca Juga :  Kenali Gejala dan Cara Cegah Polio

“Sifat mekanis dan pemulihan diri sendiri yang dimiliki virus ini dapat menjamin adaptasi (virus) pada berbagai keadaan lingkungan,” tambah Kellermayer.

Tahan panas

Pada April lalu tim peneliti asal Prancis menemukan bahwa SARS-CoV-2 dapat memperbanyak diri dalam sel hewan meski dipaparkan panas 60 derajat Celcius selama satu jam. Pandemi yang terjadi di beberapa negara bersuhu panas juga menunjukkan bahwa suhu udara yang panas tidak memperlambat penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Seorang Pegawai Instansi Vertikal di Karimun Positif Covid, Puluhan Orang Dites Swab

Kellermayer lalu mencoba memanaskan partikel virus SARS-CoV-2 dengan suhu 90 derajat Celcius selama 10 menit. Dalam kondisi ini, penampakan virus secara keseluruhan hanya mengalami sedikit perubahan.

Kellermayer mengatakan sebagian “spike” pada virus SARS-CoV-2 tampak terlepas akibat paparan panas. Akan tetapi struktur virus secara keseluruhan tetap utuh. Dari percobaan ini, tim peneliti menilai SARS-CoV-2 memiliki stabilitas termal yang tak terduga.

Sumber : www.republika.com

Berita Terkait

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung
Manfaat Mandi Subuh, Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Mental
Sehat Sampai Tua Dimulai dari Sekarang, Ini Kebiasaan Sederhana yang Perlu Dijaga
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:06 WIB

Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita

Rabu, 31 Desember 2025 - 09:58 WIB

Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB