INIKEPRI.COM – Kepulangan Habib Rizieq Shihab yang sudah lama ditunggu pendukungnya, Selasa (10/10/2020), mendapat pandangan beragam dari masyarakat Indonesia.
Salah satunya dari Sayed Junaidi Rizal Ketua Rembug Nasional Alumni (RNA) 98.
Dari rilis yang diterima inikepri.com, Sayed menilai, masih banyak polemik perihal kepulangan Imam Besar FPI tersebut.
“Mengenai status visanya, apakah kepulangannya karena deportasi atau tidak? akan tetapi secara positif yang bisa diambil adalah pemerintah tidak pernah mencabut paspor HRS sehingga dia bisa pulang ke tanah air,” katanya.
Baca Juga: Orasi Pertama, Rizieq Shihab: Revolusi Akhlak Dimulai Hari Ini
Lebih lanjut, Sayed mengapresiasi keberanian kepulangan Habib Rizieq Shihab bertepatan dengan Hari Pahlawan.
“Namun, kami (RNA 98-Red) lebih akan mengapresiasi jika Rizieq Shihab meminta kasus yang menjeratnya tetap dilanjutkan dengan azas praduga tidak bersalah, apalagi HRS mulai menggaungkan ‘revolusi akhlak’. Ini akan lebih baik, agar HRS tidak tersandera terus menerus dengan soal ini, biarlah pengadilan yang menentukan HRS bersalah atau tidak,” jelasnya lagi.
Baca Juga: Yuk Ingat Lagi 7 Kasus Rizieq Shihab: Diduga Hina SBY, Agama dan Balada Cinta
RNA 98 juga menyayangkan tindakan para pendukung fanatik HRS saat menjemput imam besarnya tersebut, hingga mengakibatkan kemacetan dan tertundanya beberapa penerbangan dari bandara Soekarno-Hatta.
“Belum lagi banyaknya fasilitas publik dan bandara yang rusak akibat show force berlebihan oleh pendukungnya. Tentu ini tidak sejalan dengan ‘revolusi akhlak’ yang digembar-gemborkan HRS,” sambung Sayed.
“Menurut hemat kami, konsep revolusi akhlak itu membawa kedamaian dan kenyamanan bagi orang lain. Bukan sebaliknya,” tukasnya. (RWH)

















