Ribuan Kotak Amal Untuk Pendanaan Jaringan Teroris Tersebar, Waspada!

- Publisher

Jumat, 18 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)

INIKEPRI.COM – Waspada, saat ingin bersedekah. Karena, bisa jadi membiayai jaringan teroris. Fakta mengejutkan ini ditemukan oleh Mabes Polri terkait dana pemasukan para kelompok teroris Jaringan Islamiah (JI).

Setidaknya 20.067 kotak amal telah disebar oleh kelompok jaringan teroris JI ke beberapa wilayah di Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, mengungkapkan kotak amal itu disebarkan atas nama Yayasan Abdurrahman bin Auf (ABA).

“Untuk Organisasi Teroris khususnya Jamaah Islamiah saat ini mulai berusaha untuk Go Public, karena semakin sulitnya mengumpulkan dana jika hanya lewat infak anggota maupun ikhtisas,” Ujarnya, dikutip dari Suara, Kamis, (17/12/2020)

BACA JUGA:  RUU Larangan Minuman Beralkohol Dinilai Tak Perlu Dibahas

Argo menjelaskan, berdasarkan keterangan dari salah terduga teroris berinisial FS alias Acil, adapun ciri-ciri kotak amal tersebut seperti kotak kaca dengan rangka aluminium untuk wilayah Jakarta, Lampung, Malang, Surabaya, Temanggung, Yogyakarta, dan Semarang. Kemudian, kotak amal wilayah Solo, Sumatera Utara, Pati, Magetan, dan Ambon memiliki rangka kayu.

Berdasarkan temuan di lapangan, setidaknya ada enam ribu kotak amal yang danai teroris tersebar di Lampung. Kemudian empat ribu kotak tersebar di Provinsi Sumatera Utara.

Di pulau Jawa sendiri ada dua ribu kotak amal yang tersebar di Yogyakarta, Solo dan Magetan. Jawa Timur, beredar 2,5 ribu kotak amal tepatnya di Malang, dan 800 kotak di Surabaya.

BACA JUGA:  Berganti Pasangan Homoseksual, Serka RR Terjangkit HIV

Lalu, 300 kotak amal berada di Semarang, 200 kotak amal di Pati dan Temanggung. Sedangkan di DKI Jakarta ada 48 kotak.

Dikutip dari laman Viva, Argo juga menuturkan, hingga saat ini JI tidak pernah memakai yayasan palsu, tetapi selalu menggunakan yayasan resmi. Bahkan lanjutnya, yayasan tersebut punya Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Agama, dan izin Baznaz.

BACA JUGA:  Honorer Akan Diangkat Jadi PNS, Ini Syaratnya

“Contoh yayasannya, SO (Syam Organizer) OC (One Care) dan Hashi Hilal Ahmar,” ujar Argo, dinukil dari Viva, Jum’at (18/12/2020).

“Penempatan kotak amal mayoritas di warung-warung makan konvensional karena tidak perlu izin khusus, hanya minta izin pemilik warung tersebut,” sambung dia.

Lebih lanjut, Polri tidak menyebut ciri spesifik dari kotak amal yang digunakan jaringan teroris ini, karena akan mengundang kecurigaan masyarakat.

“Untuk ciri ciri spesifik yang mengarah ke organisasi teroris tidak ada, karena bertujuan agar tidak memancing kecurigaan Masyarakat dan dapat berbaur,” kata Argo mengakhiri. (RWH)

Berita Terkait

Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam
Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI
Gempa M7,7 Guncang NTT, Masuk Daftar 11 Gempa Terbesar Dunia 2026
ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk
Perwira TNI Didakwa Selundupkan Sabu Lewat Pesawat Militer di Kepri, Paket Tertulis “Selamat Umrah”
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital
Polri Tegaskan Sertifikat Pramuka Garuda Bukan Jaminan Lulus Seleksi
Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru Meletus Secara Beruntun pada Selasa Malam

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Gempa M7,7 Guncang NTT, Masuk Daftar 11 Gempa Terbesar Dunia 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:46 WIB

ASDP Targetkan RoRo Batam-Johor Beroperasi Pertengahan 2027, Angkut Penumpang hingga Truk

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Perwira TNI Didakwa Selundupkan Sabu Lewat Pesawat Militer di Kepri, Paket Tertulis “Selamat Umrah”

Berita Terbaru