Bejat, Pembina Asrama Paksa Siswa Lakukan Seks Oral di Kamar Mandi

- Publisher

Senin, 15 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembina asrama putra di Sekolah Taruna Papua (ist)

Pembina asrama putra di Sekolah Taruna Papua (ist)

INIKEPRI.COM – Manfaatkan waktu sepi pada malam hari, seorang pembina asrama Sekolah Taruna di Papua ajak satu per satu siswa ke kamar mandi dan memaksanya untuk melakukan seks oral.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto mengatakan, peristiwa itu terjadi dalam rentang waktu sekitar November 2020 hingga 9 Maret 2021. Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 25 siswa sudah menjadi korbannya.

“Korban yang baru melapor sebanyak 25 orang, sebanyak 24 siswa dan satu seorang siswi. Sebanyak 10 orang mengalami pencabulan dan 15 orang mengalami kekerasan,” sebut Hermanto, Minggu (14/3/2021).

BACA JUGA:  Implementasi Moderasi Beragama Berperan Wujudkan Kehidupan yang Toleran

Hermanto menjelaskan, untuk melancarkan aksinya itu, pembina asrama putra berinisial DF (30) tersebut mengancam akan memukul korbannya jika tidak mau memenuhi permintaannya.

Akibat perbuatannya itu, saat ini para korban tengah diberi pendampingan oleh petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Mimika untuk mengatasi trauma kejiwaan mereka.

BACA JUGA:  Vaksin Moderna Mulai Didistribusikan untuk Masyarakat Umum

Kata Hermanto, kasus kekerasan terhadap puluhan siswa Sekolah Taruna Papua Timika itu terungkap setelah beberapa hari lalu kepala sekolah mendapatkan seorang siswa sedang menangis di kamarnya.

Setelah ditanya, korban lalu menceritakan pengalaman tragis yang dialaminya.

Terkait dengan kasus itu, polisi telah memeriksa 13 orang saksi, yaitu para korban, ketua yayasan, kepala asrama, dan sejumlah guru.

BACA JUGA:  Polri Akan Bagikan Ribuan Ton Beras Pada Operasi Lilin 2020

Mengetahui hal tersebut, puluhan hingga ratusan orang tua murid pada hari Sabtu (13/3/2021) menggeruduk Sekolah Asrama Taruna Papua di SP4 Timika setelah mendengar adanya kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami siswa di sekolah itu.

Para orang tua murid mendesak Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) agar mengevaluasi kembali Yayasan Lokon yang kini dipercayakan mengelola Sekolah Asrama Taruna Papua.

Tampang Pelaku

Berita Terkait

Pindah KK ke Luar Kota Tak Perlu Surat RT/RW, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027
Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru
Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus
Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Pindah KK ke Luar Kota Tak Perlu Surat RT/RW, Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Capaian Program dan Target Ekonomi 2027

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus

Berita Terbaru