BPOM Eropa: Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah

- Publisher

Selasa, 13 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Badan Pengawas Obat (BPOM) Eropa, Europe Medicines Agency (EMA) akhirnya mengakui adanya keterkaitan antara pembekuan darah pada otak dengan vaksin AstraZeneca.

Dilansir dari laman suara.com, 12 April 2021, EMA menyimpulkan bahwa pembekuan darah harus dimasukan ke dalam daftar efek samping langka dari penggunaan vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford, Inggris ini.

Karenanya, EMA mengingatkan para profesional perawatan kesehatan dan orang-orang yang menerima vaksin untuk tetap waspada terhadap kemungkinan penggumpalan darah.

BACA JUGA:  Israel Bombardir Jalur Gaza

EMA yang sempat bersikeras bahwa vaksin AstraZeneca masih aman dan efektif untuk digunakan, mulai berubah pikiran setelah adanya 18 kematian dalam 62 kasus pembekuan darah di otak dan 25 di perut penerima vaksin.

Keputusan terbaru EMA juga dipengaruhi oleh Marco Cavaleri, ketua tim evaluasi vaksin EMA yang secara terang-terangan menyebut AstraZeneca memang punya keterkaitan erat dengan pembekuan darah.

BACA JUGA:  Malaysia Setop Pakai Vaksin AstraZeneca

“Menurut pendapat saya, jelas bahwa ada hubungan dengan vaksin tersebut. Namun, kami masih belum tahu apa yang menyebabkan reaksi ini,” kata Marco Cavaleri dikutip dari FinanceTwitter, Senin (12/4/2021).

Sebelum EMA atau BPOM Eropa mengakui efek samping itu, beberapa negara sudah lebih dulu menangguhkan vaksin AstraZeneca ini.

BACA JUGA:  Ini 4 Perbedaan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca

Beberapa negara yang telah menghentikan penggunaan vaksin tersebut adalah Denmark, Norwegia, Islandia, Austria, Italia, Bulgaria, Luksemburg, Estonia, Lithuania, Luksemburg, dan Latvia.

Sementara dari Asia Tenggara, Thailand menjadi salah satu negara yang akhirnya menarik penggunaan vaksin AstraZeneca karena efeknya yang dianggap berbahaya. (ER)

Berita Terkait

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya
Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya
Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya
Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:33 WIB

AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya

Senin, 27 Juli 2026 - 07:45 WIB

Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:10 WIB

Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran

Berita Terbaru