INIKEPRI.COM – Ferrari Luce, mobil listrik pertama dari pabrikan asal Italia Ferrari, mencetak rekor fantastis dalam lelang amal di Amerika Serikat.
Unit produksi pertama yang dikenal dengan identitas “Chassis 0” tersebut terjual seharga 40 juta dolar AS atau sekitar Rp713,7 miliar dalam lelang yang digelar RM Sotheby’s di California, Sabtu (15/8/2026).
Nilai tersebut jauh melampaui perkiraan harga jual normal Ferrari Luce. Bahkan, angka lelangnya menjadikan unit pertama Luce sebagai salah satu mobil baru dengan harga tertinggi yang pernah berpindah tangan melalui lelang.
Pembeli mobil tersebut kemudian diketahui adalah Dr. Herbert Wertheim, seorang dokter spesialis mata, penemu sekaligus miliarder asal Amerika Serikat yang telah berusia 87 tahun.
Wertheim dikenal bukan hanya karena profesinya sebagai dokter, tetapi juga sebagai investor dan pemegang lebih dari 100 paten. Ia membangun kekayaannya melalui dunia investasi selama puluhan tahun, termasuk berinvestasi sejak awal pada sejumlah perusahaan teknologi besar.
Bukan Sekadar Membeli Mobil
Harga fantastis Ferrari Luce tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan harga sebuah mobil produksi biasa.
Lelang itu merupakan lelang amal, dan seluruh hasil penjualan akan disumbangkan kepada The Ferrari Foundation, lembaga amal Ferrari yang antara lain menjalankan program di bidang pendidikan.
Karena itu, uang sebesar 40 juta dolar AS yang dibayarkan Wertheim tidak hanya menjadi transaksi pembelian sebuah supercar listrik, tetapi juga menjadi kontribusi bagi kegiatan sosial.
Rumah lelang RM Sotheby’s bahkan membebaskan premi pembeli. Dengan demikian, angka 40 juta dolar AS merupakan jumlah keseluruhan yang harus dibayarkan untuk mobil tersebut.
Menariknya, ini bukan kali pertama Wertheim mengeluarkan puluhan juta dolar untuk Ferrari dalam sebuah lelang amal.
Pada Monterey Car Week 2025, ia juga membeli Ferrari Daytona SP3 dalam lelang amal dengan harga 26 juta dolar AS atau sekitar Rp463,8 miliar.
“Chassis 0” dengan Spesifikasi Khusus
Ferrari Luce pertama yang dilelang memiliki spesifikasi yang berbeda dan sangat personal.
Mobil tersebut mengusung tema “cahaya” dengan lapisan cat putih khusus Madreperla. Lapisan tersebut dapat memantulkan nuansa warna hijau hingga ungu tergantung sudut pandang dan kondisi pencahayaan.
Eksteriornya dipadukan dengan sejumlah detail hitam, kaliper rem berwarna perak serta pelek putih khusus.
Bagian interior juga mendapatkan sentuhan personal melalui divisi Tailor Made Ferrari. Kabinnya menggunakan material kulit metalik yang terinspirasi dari material untuk mobil balap Le Mans.
Ferrari Luce merupakan langkah besar Ferrari memasuki era kendaraan listrik. Mobil tersebut menggunakan sistem penggerak empat motor listrik dengan tenaga gabungan mencapai sekitar 1.035 tenaga kuda dan torsi maksimum 990 Nm.
Dengan tenaga tersebut, Luce diklaim mampu melesat dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu sekitar 2,5 detik.
Mobil ini menggunakan baterai berkapasitas 122 kWh dengan arsitektur kelistrikan 800 volt dan mendukung pengisian cepat DC hingga 350 kW.
Jarak tempuhnya diklaim mencapai sekitar 530 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Sempat Menuai Kritik
Di balik harga lelang yang fantastis, Ferrari Luce bukan tanpa kontroversi.
Desain mobil listrik tersebut sempat mendapat kritik dari sebagian penggemar Ferrari, pemilik kendaraan Ferrari, hingga sejumlah tokoh yang pernah berada di lingkungan perusahaan.
Mantan chairman Ferrari, Luca di Montezemolo, bahkan pernah menyampaikan kekhawatirannya bahwa langkah Ferrari memasuki kendaraan listrik dapat memengaruhi citra dan identitas merek yang selama puluhan tahun dikenal dengan mobil bermesin konvensional berperforma tinggi.
Namun kritik tersebut tidak menghalangi unit pertama Luce untuk mencetak angka lelang yang luar biasa.
Bagi Ferrari, “Chassis 0” kini bukan sekadar mobil listrik pertama yang masuk jalur produksi. Unit tersebut telah menjadi bagian dari sejarah perusahaan sekaligus menjadi instrumen penggalangan dana untuk program sosial.
Ferrari dijadwalkan mengirimkan mobil tersebut kembali ke Italia setelah proses lelang selesai. Pengiriman kepada pemilik barunya direncanakan pada kuartal pertama 2027, sekitar Januari hingga Maret.
Jika dibandingkan dengan rekor lelang kendaraan secara keseluruhan, harga Luce memang masih jauh di bawah posisi tertinggi. Rekor tersebut masih dipegang Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coupe 1955, yang terjual seharga 143 juta dolar AS pada 2022.
Namun untuk sebuah mobil listrik produksi pertama, angka 40 juta dolar AS atau sekitar Rp713,7 miliar membuat Ferrari Luce “Chassis 0” menjadi salah satu kendaraan paling mahal yang pernah terjual di meja lelang.
Penulis : RBP
Editor : IZ















