Gegara Vaksin COVID-19, Uni Eropa Gugat AstraZeneca

- Publisher

Selasa, 27 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Kontroversi vaksin Oxford-AstraZeneca dengan Uni Eropa (UE) memasuki babak baru. Pada Senin (26/4/2021), UE mengatakan akan mengambil tindakan hukum terhadap AstraZeneca atas kurangnya dosis vaksin dalam pengiriman sebelumnya.

“Prioritas kami adalah memastikan pengiriman vaksin COVID-19 berlangsung untuk melindungi kesehatan Uni Eropa,” kata komisioner kesehatan Uni Eropa, Stella Kyriakides melalui Twitter, seperti dikutip dari CNBC International, Senin (26/4/2021).

“Inilah sebabnya mengapa Komisi Eropa telah memutuskan bersama dengan semua Negara Anggota untuk mengajukan proses hukum terhadap AstraZeneca.”

BACA JUGA:  Berminat Kerja di Singapura? Berikut Pekerjaan yang Laris Manis Disana

“Setiap dosis vaksin penting. Setiap dosis vaksin menyelamatkan nyawa,” tambahnya.

Baca Juga: Tak Ada Efek Samping Berat, Indonesia Lanjutkan Vaksin AstraZeneca

Tahun ini, UE dan perusahaan farmasi Anglo-Swedia tersebut beberapa kali kedapatan berselisih. AstraZeneca mengatakan tidak dapat mengirimkan vaksin sebanyak yang diharapkan UE, baik selama kuartal pertama dan kuartal kedua. Akibatnya, peluncuran vaksin Covid-19 di 27 negara UE tertunda.

BACA JUGA:  COVID-19 'Meledak Lagi' di Singapura, Tembus 6.000 Kasus Sehari

Pada Maret, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan kekecewaannya terhadap AstraZeneca. Ia mengatakan bahwa “Sayangnya, AstraZeneca kurang berproduksi dan kurang menyampaikan. Ini menyakitkan, tentu saja, mengurangi kecepatan kampanye vaksinasi.”

Baca Juga: BPOM Eropa: Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah

Pada saat itu, von der Leyen mengatakan blok tersebut mengharapkan 70 juta dosis dari AstraZeneca pada kuartal kedua, turun dari 180 juta yang semula diantisipasi. UE juga mengharapkan 120 juta dosis dalam tiga bulan pertama tahun ini, tetapi hanya menerima sekitar 30 juta dosis.

BACA JUGA:  Perasaan Hariyati Setelah Divaksin AstraZeneca

Sementara pada Februari lalu, CEO AstraZeneca Pascal Soriot telah memberitahu anggota parlemen UE bahwa hasil rendah di pabrik produksi UE menyebabkan penundaan.

Pekan lalu, seorang juru bicara perusahaan farmasi mengatakan kepada CNBC International bahwa pihaknya melakukan diskusi rutin tentang pasokan dengan komisi dan negara anggota UE. (RM/CNBCIndonesia)

Berita Terkait

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi
BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Selasa, 29 September 2026 - 10:36 WIB

Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina

Berita Terbaru