COVID-19 di Malaysia Cetak Rekor, Tembus 6.000 Kasus Sehari

- Publisher

Jumat, 21 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Kasus harian COVID-19 di Malaysia semakin bertambah. Pemerintah mengumumkan kasus baru melonjak menjadi 6.075 kasus yang merupakan kasus tertinggi semenjak pandemi melanda negara tersebut pada Maret 2020.

Dirjen Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM), Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah, mengatakan penambahan kasus baru ini menjadikan keseluruhan kasus sebanyak 485.496.

“Negara Bagian Selangor masih menempati urutan tertinggi sebanyak 2.251 kasus,” katanya, Rabu (19/5/2021).

Sedangkan rincian kasus di setiap negeri atau provinsi adalah Sabah 160 kasus, Johor 699 kasus, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur 660 kasus, Sarawak 323 kasus, Pulau Pinang 183 kasus, Negeri Sembilan 189 kasus, Kelantan 441 kasus, Perak 220 kasus, Kedah 445 kasus, Melaka 122 kasus, Pahang 150 kes, Terengganu 203 kasus, Wilayah Persekutuan Labuan 14 kasus, Wilayah Persekutuan Putrajaya sembilan kasus dan Perlis enam kasus.

BACA JUGA:  COVID-19 Naik, Malaysia Minta Warga Pakai Masker Lagi

Dia juga meminta masyarakat melakukan pencegahan dengan memulai dari diri sendiri dengan duduk saja di rumah, tidak keluar dari rumah jika tidak ada keperluan penting dan mematuhi segala Standar Operasi Prosedur (SOP) yang ditetapkan terutama hanya keluar rumah kalau urusan penting.

BACA JUGA:  COVID-19 Makin Gawat, Malaysia Lockdown Total Mulai 1 Juni

Berdasarkan data kasus positif harian tertinggi sebelum ini dilaporkan pada 31 Januari 2021 yaitu sebanyak 5.728 kasus positif.

Sementara itu Ketua Satgas COVID-19 Selangor yang juga mantan Menteri Kesehatan, Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad, dalam pernyataan pers mengatakan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) penuh di Selangor tidak diperlukan karena kasus virus Corona di Selangor tidak terlalu parah jika mengikut pada data COVID-19.

BACA JUGA:  Biadab! Politikus Garis Keras Denmark Umumkan Rencana Bakar Kitab Suci Al Quran di Masjid Swedia

“Selangor tidak boleh dikatakan negeri paling parah menerima penularan COVID-19, karena penduduknya yang banyak dan kepesatan industrinya dibanding negeri lain,” tutup pria yang juga anggota parlemen dari oposisi tersebut. (RWH/OKEZONE)

Berita Terkait

BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang
Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun
Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya
Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya
Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 10:51 WIB

BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:33 WIB

AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya

Senin, 27 Juli 2026 - 07:45 WIB

Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?

Berita Terbaru