Kata Perusahaan Raksasa Tembakau Dunia: Ganja Bagian dari Masa Depan Rokok

- Publisher

Sabtu, 31 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto:/twitter/MCOAClub)

(Foto:/twitter/MCOAClub)

INIKEPRI.COM – Ganja yang di beberapa negara, seperti Indonesia, masuk dalam kategori narkotika, kini dilirik sebagai bagian dari masa depan rokok oleh perusahan tembakau besar di dunia.

Perusahaan tembakau besar di dunia yang berasal dari Inggris, British American Tobacco (BAT), melihat ganja sebagai bagian dari masa depan di tengah upaya untuk beralih dari penjualan rokok tradisional.

BAT mengatakan ingin “mempercepat” transformasinya dengan mengurangi dampak kesehatan dari produk rokok tradisionalnya.

Maret lalu, BAT menanamkan saham ke perusahaan pembuat ganja medis Kanada, Organigram.

Mereka juga menandatangani kesepakatan untuk meneliti berbagai produk ganja yang baru untuk orang dewasa, diawali dengan penelitian yang fokus pada cannabidiol (CBD).

“Karena kami memikirkan portofolio untuk masa depan, tentu saja di luar produk nikotin. Itu [ganja] menarik bagi kami sebagai gelombang lain dalam pertumbuhan di masa depan,” eksekutif BAT Kingsley Wheaton mengatakan kepada BBC Radio 4 dalam Today Programme.

Wheaton, kepala pemasaran BAT, mengatakan melihat produk-produk lain yang terbuat dari ganja sebagai bagian dari pertumbuhan masa depan perusahaannya.

BAT saat ini sedang menguji coba produk rokok elektrik atau vape CBD di Manchester, Inggris.

BACA JUGA:  Sat Resnarkoba Lingga Gelar Konferensi Pers Kasus Narkoba

“Saya pikir [vaping CBD] adalah bagian dari masa depan, tetapi tantangan saat ini adalah mengurangi bahaya dalam alternatif tembakau dan nikotin, dan mendorong orang untuk beralih.”

Merilis hasil pertengahan tahun hingga Juni, raksasa tembakau itu melaporkan kenaikan pendapatan 8,1% menjadi £12,18 miliar atau lebih dari Rp205 triliun.

Lebih dari sepertiga pendapatannya di Inggris sekarang berasal dari merek rokok elektrik seperti Vuse, Velo dan Glo.

Raksasa tembakau ini juga melihat kenaikan tercepat dalam pelanggan baru, dengan pengguna produk yang tidak mudah terbakar — seperti vape — melonjak 2,6 juta menjadi 16,1 juta.

`Keseimbangan telah berubah dengan pasti`
Perusahaan-perusahaan tembakau besar selama dekade terakhir layaknya menunggangi dua kuda dalam komunikasi kepada investor.

Mereka menarik perhatian pada upayanya untuk menjauh dari rokok tradisional yang berbahaya. Sementara pada saat yang sama, mereka mendapatkan keuntungan besar dari penjualan rokok tersebut.

Keseimbangan itu sekarang telah secara tegas bergeser dalam komunikasi perusahaan.

Diawali oleh Philip Morris International dan sekarang BAT. Mereka terus berusaha keras untuk menggeser para perokok agar menggunakan jenis produk baru yang kurang berbahaya – vaping, tembakau yang dipanaskan alih-alih tembakau yang dibakar, dan, dalam kasus BAT menggunakan ganja.

BACA JUGA:  Arab Saudi Putuskan Selenggarakan Ibadah Haji, Tapi...

Kemajuan sedang dibuat. Hasil BAT selama enam bulan hingga akhir Juni menunjukkan bahwa penjualan produk “kategori baru” itu tumbuh setengahnya menjadi £942 juta.

Namun nilainya masih kecil dibandingkan dengan total pendapatan £12 miliar yang berasal dari rokok dibakar.

Volume rokok – BAT menjual 316 miliar batang rokok dalam periode enam bulan – sebenarnya tumbuh sedikit berkat pemulihan permintaan di pasar negara berkembang.

Meskipun tembakau tradisional sejauh ini tetap menjadi bisnis terbesarnya, perusahaan mengatakan berkomitmen untuk berubah, berjanji bahwa “ESG (masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola) adalah inti dari strategi kami.”

Tidak mengherankan bahwa BAT ingin melekatkan perusahaannya dengan bendera ESG (environmental, social and governance issues).

Sebuah penelitian baru-baru ini oleh firma akuntansi PWC mencatat, uang pemegang saham mengalir ke dalam dana ESG dengan cepat, dan hanya akan diinvestasikan di perusahaan dengan kredensial etis yang tepat.

Diperkirakan bahwa nilai gabungan uang itu akan lebih besar daripada semua jenis dana lainnya dalam waktu tiga tahun.

BACA JUGA:  Wow, Jumlah Kasus Virus Corona di Seluruh Dunia Capai 25 Juta Orang

Harga saham BAT telah berkurang setengahnya dalam empat tahun terakhir, dari sekitar Rp944.000 menjadi Rp463.000.

Kemampuan untuk menggoda sebagian dana ESG tersebut untuk kembali membeli saham BAT mungkin akan memulihkan harga yang lesu itu.

Terlepas dari komitmennya terhadap pilihan produk yang lebih sehat, BAT mengatakan penjualan rokoknya mengalami pemulihan di beberapa negara berkembang setelah berakhirnya lockdown virus corona yang melarang penjualan rokok di beberapa negara.

Penjualan merek seperti Dunhill, Kent, Lucky Strike dan Rothmans meningkat pada paruh pertama tahun ini di negara-negara seperti Brasil, Turki, dan Pakistan.

Dikatakan, pendapatan keseluruhan dari divisi yang mudah terbakar – rokok dan produk tembakau yang dipanaskan – turun 3% menjadi £10,5 miliar.

William Ryder, seorang analis ekuitas di Hargreaves Lansdown, mengatakan bahwa masih ada beberapa jalan yang harus ditempuh jika raksasa tembakau itu ingin memenuhi target pendapatannya sebesar £5 miliar dari alternatif nikotin pada tahun 2025.

“Untuk saat ini BAT masih bergantung pada rokok. Produk tembakau tradisional masih membayar dividen, dan akan terus melakukannya untuk beberapa waktu,” katanya. (ER/BBCINDONESIA)

Berita Terkait

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya
Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya
Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar Empat Bulan Setelah Tewas, Ini Alasannya
Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:33 WIB

AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya

Senin, 27 Juli 2026 - 07:45 WIB

Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:10 WIB

Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:51 WIB

Ketegangan Memuncak, AS Serang Sistem Pertahanan dan Armada IRGC Iran

Berita Terbaru