Belum Usai Varian Delta Kini Corona Varian Lambda Jadi Ancaman

- Publisher

Sabtu, 7 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto:Pixabay/Gerd Altmann/Ilustrasi)

(Foto:Pixabay/Gerd Altmann/Ilustrasi)

INIKEPRI.COM – Lonjakan penularan virus Corona di berbagai belahan dunia akhir-akhir ini, disebut-sebut sebagai biang dari merebaknya varian Delta yang diduga berawal dari India.

Virus corona varian Delta atau yang bernama ilmiah B1617.2 sendiri diduga menjadi penyebab utama lonjakan kasus COVID-19 di berbagai belahan dunia.

Varian ini juga masih menjadi strain paling dominan saat ini.

BACA JUGA:  Tantangan 20 Tahun Membangun Kota Otonom Tanjungpinang di Masa Pandemi

Namun, belum selesai dengan varian Delta, kini muncul pula varian baru yang bernama varian Lambda (C37).

Varian Lambda saat ini menyita perhatian stakeholder di bidang kesehatan.

Dilansir dari TERKINI.ID, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengatakan, varian Lambda memiliki potensi untuk meningkatkan penularan.

BACA JUGA:  Gawat, Varian COVID-19 Kebal Vaksin Bakal Muncul!

Varian ini pun diduga telah meningkatkan resistensi terhadap antibodi. Seperti varian Delta, Lambda sangat menular dan dianggap lebih tahan terhadap vaksin.

Jika WHO menetapkan varian Delta sebagai variant of concern (VOC), maka varian Lambda berada di bawahnya dengan klasifikasi variant of interest (VOI).

Kendati masih banyak yang belum diketahui tentang strain ini, ada beberapa karakteristik mengkhawatirkan yang terdeteksi para peneliti.

BACA JUGA:  Juni 2022, Kepri Targetkan Wisman Korsel Masuk Buat Liburan

Saat ini, varian Lambda telah menyebar terutama melalui Amerika Selatan setelah pertama kali diidentifikasi di Peru pada Agustus 2020 lalu. Secara keseluruhan, ada 28 negara telah mengidentifikasi varian Lambda dalam kasus COVID.

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru