Malaysia Beri ‘Hadiah’ ke Warga yang Divaksin Penuh

- Publisher

Senin, 9 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: REUTERS/Lim Huey Teng Reuters)

(Foto: REUTERS/Lim Huey Teng Reuters)

INIKEPRI.COM – Malaysia akan mulai melonggarkan aturan pembatasan untuk warga yang sudah divaksin penuh pada beberapa negara bagian.

Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddi Yassin seperti yang dilansir AFP pada, Minggu (8/9/2021).

Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada, Selasa (10/8/2021), yang akan memungkinkan jutaan orang melintasi perbatasan distrik, melakukan kegiatan olahraga individual, dan makan di restoran pada delapan negara bagian yang mencatatkan penurunan kasus dan naiknya tingkat vaksinasi.

BACA JUGA:  Divonis Meninggal Karena COVID-19, Wanita India Ini Pulang ke Rumah Setelah Kematiannya

Malaysia sudah melakukan lockdown sejak Juni lalu. Otoritas memerintahkan menutup ribuan kegiatan bisnis dan membatasi perjalanan sebagian besar orang ke distrik lain. Meski sektor ekonomi negara itu diizinkan buka secara bertahap.

“Orang yang menerima vaksin lebih banyak, beban pada sistem kesehatan berkurang,” kata Muhyiddin dalam pidatonya.

“Lebih banyak sektor ekonomi dan sosial yang bisa dibuka secara bertahap,” tambahnya.

Namun pembatasan tidak akan dicabut di negara bagian seperti Kuala Lumpur, di mana masih mencatatkan ribuan infeksi baru setiap hari.

BACA JUGA:  Arab Saudi Tetapkan Tarawih 10 Rakaat dan Witir 3 Rakaat di Masjidil Haram dan Nabawi Selama Ramadan 1447 H

Tapi pemerintah mengumumkan pelonggaran pembatasan bagi penduduk yang sudah tervaksin dosis penuh, terlepas dari negara bagian mana mereka berasal.

Seperti aturan karantina selama 14 hari setelah kepulangan dari negara bagian lain, dan kemudahan bagi pasangan yang sudah menikah untuk melintasi batas negara bagian untuk bertemu.

Saat ini, Malaysia sudah melakukan vaksinasi COVID-19 dengan kecepatan dari 400 ribu perhari. Meski awalnya agak terlambat, Malaysia kini menjadi salah satu negara yang tercepat melakukan vaksinasi.

BACA JUGA:  COVID-19 Naik, Malaysia Minta Warga Pakai Masker Lagi

Sekitar 8,25 juta orang atau seperempat dari 33 juta penduduk negara itu sudah mendapatkan dosis ganda.

Percepatan vaksin dilakukan setelah memasuki gelombang baru akibat mutasi virus corona varian delta dengan rata-rata kasus harian mencapai 20 ribu infeksi dan ratusan kematian.

Pada hari ini, Malaysia mencatatkan angka kematian mencapai 360 orang. Sehingga jumlah total angka kematian mencapai 10.749 orang. (ER/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Mendadak Presiden Mundur! Bank Raksasa Kolaps, Negara Diguncang Krisis
Dari Keluarga Perantau asal Padang ke Kursi Wali Kota Kanada, Kisah Alvin Tedjo Bikin Bangga
Demi Pariwisata dan Investasi, Negara Islam Resmi Izinkan Lotre dengan Hadiah Puluhan Miliar
Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 08:01 WIB

Mendadak Presiden Mundur! Bank Raksasa Kolaps, Negara Diguncang Krisis

Minggu, 1 November 2026 - 08:10 WIB

Dari Keluarga Perantau asal Padang ke Kursi Wali Kota Kanada, Kisah Alvin Tedjo Bikin Bangga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Demi Pariwisata dan Investasi, Negara Islam Resmi Izinkan Lotre dengan Hadiah Puluhan Miliar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Berita Terbaru