Calon Pekerja Migran Terjerat Modus Baru

- Publisher

Jumat, 21 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMI yang berhasil diselamatkan oleh pihak berwajib. Foto: ANTARA

PMI yang berhasil diselamatkan oleh pihak berwajib. Foto: ANTARA

INIKEPRI.COM – Sebuah iklan di media sosial menarik perhatian SR (53), warga Malang Jawa Timur. Sebuah lowongan pekerjaan di Malaysia dengan gaji fantastis.

Ia yang kala itu memang tengah gundah karena masalah keluarga seakan mendapatkan harapan. Mengadu nasib di negeri orang menjadi pilihan.

“Saya minggat dari rumah karena berantem sama suami, ya sudah,” kata SR yang ditemui di Markas Polair Polda Kepri, Kamis 20 Januari 2022.

BACA JUGA:  110 Calon Siswa Yang Sempat Tertolak, Diterima SMPN 30 Batam

Dalam bayangannya kala itu, ia dapat pergi ke Malaysia, bekerja di sana mencari rezeki untuk tabungan di hari tua.

Pemasang iklan menjanjikan gaji Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan. Sebuah angka fantastis di tengah pandemi COVID-19 yang mencekik.

SR hanya diminta mempersiapkan diri untuk berangkat. Pemasang iklan tidak memungut biaya untuk pengiriman hingga Malaysia, ongkos pesawat ke Batam telah dilunasi.

Justru sebaliknya, ia dibekali Rp3 juta sebelum berangkat.

BACA JUGA:  Walikota Batam Optimis Siap Terapkan New Normal

“Kami enggak bayar, kami malah dikasih uang. Dikasih Rp3 juta, tapi kami enggak tahu orangnya,” kata dia.

Maka begitulah, SR berangkat ke Batam. Di atas pesawat ia menjumpai kawan-kawan senasib yang hendak memperbaiki kehidupan di Malaysia.

“Waktu itu enggak kenal. Sewaktu sudah di sini baru kenal,” kata perempuan berkaca mata itu.

Sesampai di Batam, dirinya mulai kebingungan, karena dipindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Nyaris tidak ada tempat bertanya mengenai kapan berangkat, dan bagaimana cara menuju Malaysia.

BACA JUGA:  Alhamdulillah, Salat Idul Adha Boleh di Engku Putri

Tidak hanya di Batam, dirinya bersama calon pekerja migran Indonesia (PMI) lainnya dipindahkan ke pulau penyangga di Kabupaten Karimun, yang berjarak sekitar dua jam dari Malaysia.

Di sebuah rumah di Pulau Juda, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, dirinya sempat dipingit selama empat hari. Sebelum akhirnya aparat kepolisian menggerebek tempat itu.

Jerat

Berita Terkait

Warga Lubukbaja Apresiasi Program Amsakar-Li Claudia, Air Bersih hingga Seragam Gratis Jadi Bukti Nyata
Pembangunan SMKN 13 Dimulai, Amsakar Tegaskan SDM Unggul Jadi Prioritas Batam
PLN Batam Gencarkan Pemeliharaan Preventif, Cegah Gangguan Listrik Berkepanjangan
Cegah Lahan Tidur, BP Batam Wajibkan Pelaporan Perizinan Mandiri Secara Online Via LMS
TP-PKK Batam Borong Penghargaan Lomba Vlog Nasional, Erlita: Bukti Kader Mampu Berinovasi di Era Digital
Kabar Baik! Proyek Pipa Baru BP Batam Hampir Rampung, Air Bengkong-Batuampar Segera Lancar
Amsakar Apresiasi Taspen, Santunan Rp248 Juta untuk Ahli Waris ASN Cair Tepat Waktu
Amsakar Achmad Mulai Penataan Wajah Batam, Bangun Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:00 WIB

Warga Lubukbaja Apresiasi Program Amsakar-Li Claudia, Air Bersih hingga Seragam Gratis Jadi Bukti Nyata

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:54 WIB

Pembangunan SMKN 13 Dimulai, Amsakar Tegaskan SDM Unggul Jadi Prioritas Batam

Senin, 13 Juli 2026 - 12:36 WIB

PLN Batam Gencarkan Pemeliharaan Preventif, Cegah Gangguan Listrik Berkepanjangan

Senin, 13 Juli 2026 - 10:26 WIB

Cegah Lahan Tidur, BP Batam Wajibkan Pelaporan Perizinan Mandiri Secara Online Via LMS

Senin, 13 Juli 2026 - 09:22 WIB

TP-PKK Batam Borong Penghargaan Lomba Vlog Nasional, Erlita: Bukti Kader Mampu Berinovasi di Era Digital

Berita Terbaru