Dua Hari Serangan dari Rusia, Ribuan Personel Tentara Ukraina Tewas

- Publisher

Sabtu, 26 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar 1.000 personel tentara tewas dalam serangan invasi Rusia ke Ukraina selama dua hari, Kamis-Jumat (24-25 februari 2022). Foto: Istimewa

Sekitar 1.000 personel tentara tewas dalam serangan invasi Rusia ke Ukraina selama dua hari, Kamis-Jumat (24-25 februari 2022). Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Sekitar 1.000 personel tentara tewas dalam serangan invasi Rusia ke Ukraina selama dua hari, Kamis-Jumat (24-25 februari 2022).

Reuters menyebut hal ini diumumkan Kementerian Pertahanan Ukraina. Sedangkan prakiraan tentara Rusia yang tewas tak banyak. ”Rusia tidak begitu banyak korban selama pertempuran dua hari,” ujar juru bicara kementerian itu, Jumat malam 25 Februari 2022.

Sedangkan Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Malyar di akun Facebooknya menyebut ribuan tentara Ukraina Tewas dan 80 tank selama serangan Rusia di Ukraina.

BACA JUGA:  Kemlu: Ada Kecenderungan WNI Jadi Pengelola Judi Daring di Luar Negeri

Hanna juga mengklaim Rusia kehilangan sekitar 516 kendaraan tempur lapis baja, 10 pesawat dan tujuh helikopter.

Sebelumnya, menteri Pertahanan Lithuania Arvydas Anusauskas mengatakan kerugian Rusia saat menginvasi Ukraina.

Dalam sebuah cuitan di Twitter, Jumat 25 Februari 2022 dia menyebut pasukan Rusia kehilangan banyak kendaraan tempur. Selama dua hari aksi invasinya.

BACA JUGA:  Rusia Tiba-tiba Bidik 'Harta Karun' di Laut Natuna

Rusia telah kehilangan lebih dari 30 tank, sekitar 130 kendaraan lapis baja, 7 pesawat dan 6 helikopter semalam di Ukraina, cuitnya lewat akun @a_anusauskas.

Pada hari sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan hingga Kamis 24 Februari 2022 malam, setidaknya 137 warga Ukraina baik anggota militer maupun warga sipil tewas karena serangan rudal Rusia. Sementara itu 316 orang lainnya terluka.

BACA JUGA:  Rusia Ingin Hapus Ukraina dari Peta Dunia

Zelensky mengaku ia akan berupaya menghentikan lebih banyak korban meninggal. Salah satunya caranya dengan bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

”Saya ingin berbicara dengan Presiden Federasi Rusia sekali lagi. Ada pertempuran di seluruh Ukraina saat ini. Mari duduk di meja negosiasi untuk menghentikan kematian lebih banyak orang,” ujar Zelensky dalam pesan video. (RP/MINEWS)

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru