Dua Negara Tetangga Indonesia Mau Bangkrut

- Publisher

Selasa, 12 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Sri Lanka bukanlah satu-satunya negara yang terancam bangkrut.

Dalam laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lebih banyak negara berkembang dipercaya akan mengalami kemerosotan yang sama.

Di Asia Tenggara misalnya, laporan Crisis Response Group PBB menyebut ada dua negara yang rentan ekonominya.

Bukan cuma utang, hal itu pun karena kenaikan harga komoditas akibat perang Rusia dan Ukraina.

BACA JUGA:  Tak Hasilkan Resolusi, Indonesia Kecewa terhadap DK PBB

Dua negara itu adalah Laos dan Myanmar. Mengapa?

Laos sebenarnya memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat sebelum pandemi melanda. Namun, tingkat utangnya telah melonjak drastis.

BACA JUGA:

Rusuh di India Meluas, Pemerintah Tutup Akses Internet dan Blokir Media Sosial

Tingkat utang publik telah meningkat pesat sejak 2019, meningkat menjadi 88% dari PDB pada 2021. Dengan sektor energi menyumbang lebih dari 30% dari stok utang.

BACA JUGA:  Innalilahi, Pegunungan Taif di Mekkah Terbakar

Mengutip Associated Press (AP), Senin (11/7/2022), itu menjadi masalah mendesak mengingat keuangan pemerintah negara yang lemah. Hal ini juga sempat diutarakan Bank Dunia (World Bank) dalam rilisnya Mei 2022.

BACA JUGA:  Lagi Pesta Seks, 20 Pria dan 15 Wanita ini Digerebek Polisi Tanpa Menggunakan Busana

“Negara itu menghadapi tantangan berat terkait dengan ketidakseimbangan makroekonomi yang berlangsung lama,” tulis Bank Dunia.

“Ekonomi Laos diperkirakan tumbuh sebesar 3,8% pada tahun 2022, naik dari perkiraan 2,5% pada tahun 2021, asalkan negosiasi ulang utang yang sedang berlangsung berhasil dan langkah-langkah penahanan Covid-19 yang ketat tidak kembali dilakukan,” tambah lembaga itu lagi.

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru