DKP Kepri Akan Fasilitasi Keluarga Nelayan yang Ditangkap Petugas Malaysia

- Publisher

Selasa, 20 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau (DKP Kepri) Arif Fadillah akan memfasilitasi pihak keluarga dari Kasnadi dan Johan, nelayan yang ditangkap petugas Kapal Patroli Perikanan Malaysia untuk berkomunikasi dengan Budiman dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kucing.

“Tadi pagi saya fasilitasi agar Yusnarti, istri dari Kasnadi dan Putri Risa, istri dari Johan berkomunikasi dengan Pak Budiman melalui sambungan video (video caĺl) WhatsApp. Alhamdulillah, Pak Budiman akan membantu nelayan tersebut dapat berkomunikasi dengan keluarganya,” kata Arif di Tanjungpinang, dilansir dari ANTARA Senin 19 September 2022.

BACA JUGA:  Briefing Pembukaan Glagaspur, Danlanudal Tanjungpinang: Ikuti dengan Sungguh-sungguh

BACA JUGA:

Dua Nelayan Bintan yang Ditahan di Malaysia Dipulangkan ke Tanah Air

Arif menambahkan KJRI Kucing juga mengupayakan agar Pemerintah Malaysia membebaskan dua nelayan itu, karena mereka tidak sengaja masuk ke Perairan
Tanjung Manis, Serawak, Malaysia Timur.

“Ada prosedur yang harus dilalui untuk membebaskan dua nelayan kita itu. Penahanan minimal selama 14 hari,” ujarnya.

BACA JUGA:  Babi Bikin Pusing Malaysia, Kok Bisa?

Arif menjelaskan Kasnadi dan Johan ditangkap petugas Kapal Patroli Perikanan Malaysia pada 9 September 2022. Artinya, paling cepat mereka dapat dibebaskan pada 23 September 2022.

Saat ini, kondisi Kasnadi dan Johan dalam kondisi sehat.

“Mudah-mudahan besok Kasnadi dan Johan dapat berkomunikasi dengan pihak keluarganya,” ujarnya.

Awalnya, DKP Kepri mendapatkan informasi dari Kepala Cabang DKP Kepri di Natuna bahwa kedua nelayan itu ditangkap aparat Malaysia. Kasnadi dan Johan melaut hingga ke perairan Tanjung Manis, Serawak dengan menggunakan kapal berkapasitas 3 GT pada 6 September 2022.

BACA JUGA:  PPLN Kuala Lumpur Tetapkan 491.152 Orang dalam DPLSN

Pihak keluarga dari nelayan tersebut atas nama Juliadi melaporkan kepada DKP Kepri bahwa kapal yang digunakan Kasnadi dan Johan hanyut pada 9 September 2022 hingga memasuki Perairan Tanjung Manis, Serawak, Malaysia Timur.

“Arus laut yang kuat dan gelombang laut yang tinggi menyebabkan kapal yang digunakan mereka terombang-ambing hingga memasuki Perairan Malaysia. Saya pikir ini jadi pertimbangan untuk membebaskan nelayan kita itu,” ujarnya. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Bupati Natuna Suntik Semangat Kontingen Porprov VI Kepri 2026, Bonus Atlet Berprestasi Disiapkan
Amsakar Optimistis Batam Pertahankan Juara Umum Porprov Kepri 2026, Targetkan 150 Emas
BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik
Asah Pengetahuan dan Kemampuan Siswa, Pusmaneta Gelar Semarak Bulan Bahasa
Bukan Sekadar Lari! BTN Kepri Moon Run 2026 Siap Guncang Tanjungpinang
Sepuluh Gerai Alfamart Direncanakan Hadir di Tanjungpinang, Pemko Prioritaskan Warga Tempatan
Kerja Sama Pemko Tanjungpinang-BTN Diperluas, Digitalisasi hingga Perumahan Jadi Sorotan
Malam Apresiasi 5 Tahun AMSI Kepri, Amsakar Achmad hingga Ansar Ahmad Terima Penghargaan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 09:09 WIB

Bupati Natuna Suntik Semangat Kontingen Porprov VI Kepri 2026, Bonus Atlet Berprestasi Disiapkan

Senin, 2 November 2026 - 08:44 WIB

Amsakar Optimistis Batam Pertahankan Juara Umum Porprov Kepri 2026, Targetkan 150 Emas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:10 WIB

BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Asah Pengetahuan dan Kemampuan Siswa, Pusmaneta Gelar Semarak Bulan Bahasa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Bukan Sekadar Lari! BTN Kepri Moon Run 2026 Siap Guncang Tanjungpinang

Berita Terbaru