Kepala BKKBN: Program KB dengan Spiral Aman Digunakan

- Publisher

Selasa, 7 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, saat meninjau pemasangan KB oleh warga Panjang. Bandarlampung, Senin, (6/2/2023). Foto: ANTARA/Dian Hadiyatna

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, saat meninjau pemasangan KB oleh warga Panjang. Bandarlampung, Senin, (6/2/2023). Foto: ANTARA/Dian Hadiyatna

INIKEPRI.COM – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyatakan program keluarga berencana (KB) yang menggunakan alat kontrasepsi intrauterine device (IUD) atau spiral aman untuk digunakan.

“Spiral ini aman tidak mengandung hormon. Dia (sprial) benda yang ditaruh di dalam rahim, tidak akan lari ke mana -mana seperti jantung dan lainnya,” kata Hasto Wardoyo, dilansir dari ANTARA, Senin 6 Februari 2023.

Menurutnya pula KB dengan spiral cukup bagus dan dapat menjaga kesehatan ibu. Sehingga dirinya pun meminta kepada kader-kader KB dapat memberikan contoh kepada masyarakat bahwa penggunaan spiral untuk program KB aman dan bagus.

BACA JUGA:  BKKBN Targetkan Prevalensi Stunting di Kepri 10,2 Persen Pada Tahun 2024

“Ini, kader KB di Bandarlampung, sudah ada yang pakai spiral, ini bagus sebagai contoh bagi masyarakat. Terlebih jaraknya 5 tahun dan anaknya ada dua ini yang bagus,” kata dia.

Selain itu, Hasto juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa jarak kelahiran yang aman untuk usia tua yakni 35 tahun, sehingga, sebaiknya perempuan yang sudah berumur tidak melahirkan lagi.

BACA JUGA:  Pemko Tanjungpinang Sambut Baik Pra Verval KRS dan Uji Coba Siga Elsimil dari BKKBN Pusat

“Jadi kalau sudah umur 38 tahun sebaiknya tidak melahirkan, karena risiko tinggi,” kata dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bandarlampung Santi Sundari, mengatakan bahwa memang saat ini masyarakat paling banyak memakai suntikan, pil dan kondom untuk program KB karena lebih mudah dan tidak mengerikan.

“Kalau IUD kan harus membuka rahim lagi, ibu-ibu itu banyak yang takut, implan juga sakit. Padahal yang paling aman adalah penggunaan IUD dan Implan karena jangka panjang,” kata dia.

BACA JUGA:  Canggih! Dilengkapi GPS, Setiap Dosis Vaksin Covid19 Dibuat untuk Satu Penduduk

Dia pun mengatakan bahwa pemkot setempat selalu berupaya melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu yang berada di setiap kecamatan di kota ini untuk menggunakan IUD dan implan dalam program KB-nya.

“Kami tidak henti-hentinya melakukan edukasi pada masyarakat terkait program KB. Sebenarnya ada tiga macam KB jangka panjang, pertama yakni dengan vasektomi memotong saluran sel telur atau sperma, IUD dan Implan,” kata dia. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan
Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap
Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 07:36 WIB

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:05 WIB

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Berita Terbaru