Ilmuwan Bongkar Rahasia Orang yang Tak Pernah Kena COVID-19

- Publisher

Sabtu, 25 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: PEXELS

Ilustrasi. Foto: PEXELS

INIKEPRI.COM – Pandemi COVID-19 telah berlangsung selama tiga tahun belakangan ini.

Akan tetapi sejumlah orang diketahui banyak yang belum terjangkiti virus yang cukup mematikan ini.

Oleh karena itu, sejumlah peneliti mencari tahu alasan dibalik ini.

Dikutip dari Science Alert, Rabu (22/2/2023), para peneliti ini apakah ada keterkaitannya dengan gen.

Virolog di University of Surrey Lindsay Broadbent menyatakan bahwa salah satu penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Amerika Serikat (AS) mengamati orang-orang yang sudah terpapar virus tetapi tidak terinfeksi.

BACA JUGA :

Ini Langkah Strategis Pemerintah yang Berhasil Tangani Pandemi COVID-19

Subjek peneliti adalah petugas kesehatan dan orang yang tinggal serumah dengan mereka yang terkonfirmasi COVID-19. Para peneliti memeriksa DNA dan mencari mutasi tidak biasa untuk menjelaskan hal tersebut.

BACA JUGA:  Polda Kepri Kembali Gelar Patroli Dialogis di Wilayah Batuaji

Studi serupa sebelumnya telah dilakukan. Ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi mutasi genetika yang membuat orang kebal terhadap HIV dan norovirus.

Teorinya, menurut Broadbent, jika mutasi genetika ditemukan, ilmuwan bisa mengembangkan perawatan yang efektif untuk penderita berbagai penyakit tersebut.

Namun, memahami mutasi genetika saja tak cukup. Di kalangan ilmuwan, memang sudah ada penelitian tentang kekebalan sebagian kecil orang terhadap norovirus karena mutasi genetika. Meskipun alasannya sudah diketahui, dunia sains masih belum bisa mengonversi pemahaman tersebut ke obat atau perawatan yang ampuh.

Langkah radikal yang pernah ditempuh adalah meng-“edit” gen saat manusia masih di dalam kandungan, seperti sekelompok bayi yang terkenal dengan nama “bayi CRISPR” dengan tujuan membuat mereka kebal HIV. Ini tentunya, bermasalah soal etika.

BACA JUGA:  Dorong Semua Elemen Cegah Covid-19, Syamsul Ajak Jukir Batam Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Hanya untuk Sains


Broadbent mencatat mungkin bukan mutasi pada satu gen, melainkan kombinasi dari banyak gen yang akhirnya membuat mereka kebal pada COVID-19.

Namun, mengutak-atik lebih dari satu gen bisa menimbulkan dampak sampingan yang tidak diketahui. Peneliti bakal lebih kesulitan untuk mengembangkan perawatan berdasarkan penelitian seperti ini.

BACA JUGA :

COVID-19 Reda, Wabah Baru Ancam Singapura

Karena itu, memahami mutasi gen yang membuat orang kebal COVID-19 memang menarik untuk ilmu pengetahuan. Namun, tidak untuk mencari perawatan terbaik.

BACA JUGA:  Presiden Instruksikan Menkes Awasi Perkembangan COVID-19

Selain soal mereka yang tidak terpapar, ada juga fenomena ‘Long COVID’. Ini adalah kondisi saat seseorang masih mengalami gejala COVID-19 setelah dinyatakan sembuh atau negatif.

Sudah banyak kasus yang dilaporkan terkait Long COVID-19. Termasuk dua juta orang di Inggris, dengan seperlimanya memiliki gejala parah hingga membatasi aktivitas sehari-hari secara signifikan.

Ada banyak teori terkait hal termasuk, misalnya peradangan kronis. Namun memang belum ada informasi yang pasti soal alasan seseorang terinfeksi Long COVID-19.

Penelitian genetika bisa fokus ke permasalahan ini. Daripada mencari gen yang membuat orang kebal terhadap Covid, Broadbent menyatakan lebih baik mencari gen yang membuat orang terus-terusan menderita dampak dari COVID-19. (RP/CNBCINDONESIA)

Berita Terkait

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Berita Terbaru