Kesadaran Masyarakat Pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap Harus Ditingkatkan

- Publisher

Selasa, 21 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Budi berikan imunisasi tetes pada anak. Foto: Kemenkes

Menkes Budi berikan imunisasi tetes pada anak. Foto: Kemenkes

INIKEPRI.COM – Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatalan masih terdapat persepsi negatif terhadap imunisasi rutin di masyarakat.

Banyak rumor dan informasi tidak benar beredar mengenai imunisasi, sehingga menimbulkan kekhawatiran yang tidak beralasan tentang keamanan dan manfaat imunisasi. Hal tersebut disampaikan Kunta saat puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2024 pada Minggu (19/5/2024).

Selain itu, Kunta melalui keterangan resminya Senin (20/5/2024) mengatakan pihaknya bertekad untuk terus memberikan informasi yang akurat dan terpercaya. Sekaligus memberikan pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi masih perlu ditingkatkan.

BACA JUGA:  Kemenkes Pantau Potensi Penularan Flu Babi

“Banyak masyarakat kita belum sepenuhnya menyadari bahwa imunisasi adalah salah satu langkah terbaik untuk melindungi diri dan keluarga dari penyakit serius. Karena itu, kampanye, edukasi serta pemahaman sangat diperlukan untuk masyarakat kita,” kata Kunta.

Ia juga mengingatkan mengingatkan jajaran kesehatan di puskesmas dan posyandu, yang berada digaris terdepan, sangat menentukan kesuksesan Program Imunisasi Nasional (PIN). Saat ini, Kemenkes perlu mempercepat pemberian imunisasi bagi anak-anak yang belum imunisasi atau belum lengkap imunisasinya.

“Hal itu, agar tidak terjadi kasus-kasus atau Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti difteri, polio, campak, rubella. Munculnya KLB ini menjadi alarm untuk mulai fokus terus mengejar ketertinggalan pada 2024 ini,” kata Kunta.

BACA JUGA:  Ini 3 Fakta Deksametason, Mampu Sembuhkan Covid-19?

Berdasarkan data WHO pada 2021, sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap ditingkat global. Data ini menunjukkan 5,9 juta lebih banyak dibandingkan pada 2019 dan jumlah tertinggi sejak 2009.

Sementara di Indonesia, jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sejak 2018 hingga 2022 adalah 1.455.276 anak.

Dari total 17 juta anak pada 2021-2023, dilaporkan pada 2024 lebih dari 2,8 juta anak usia 1-3 tahun tidak atau belum mendapatkan imunisasi lengkap. Anak-anak tersebut tersebar di 309 kabupaten/kota yang terdapat di 38 provinsi.

BACA JUGA:  Kemenkes Imbau Jemaah Haji Perketat Prokes Cegah Pneumonia

Imunisasi tidak hanya penting bagi bayi dan anak-anak, melainkan juga orang dewasa agar terlindungi dari berbagai penyakit. Namun, banyak masyarakat belum menyadari pentingnya melakukan imunisasi, bahkan tidak mengetahui imunisasi apa saja yang mereka butuhkan.

Karena itu, sosialisasi dan edukasi mengenai hal tersebut sangatlah penting demi kesuksesan Program Imunisasi Nasional. Sebab, masyarakat harus percaya bahwa imunisasi merupakan solusi pencegahan penyakit yang aman dan efektif.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru