Asap Rokok Berdampak Buruk pada Ibu Hamil dan Anak

- Publisher

Kamis, 30 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah mengatakan paparan asap rokok akan sangat berdampak buruk pada ibu hamil dan janin salah satunya bisa menyebabkan keguguran.

Saat media briefing Hari tembakau Sedunia pada Rabu (29/5/2024), ia menjelaskan setiap perokok aktif dikaitkan dengan peningkatan risiko kehilangan kehamilan dengan ratio 1.23.

Dampak selanjutnya adalah lahir dalam keadaan mati dan kematian neonatus, kombinasi tembakau dan alkohol meningkatkan risiko kelahiran mati melampaui paparan pada kedua zat itu sendiri. Selanjutnya, kelahiran prematur dan bayi mengalami berat badan lahir rendah (BBLR).

BACA JUGA:  Ini Dampak Pemberian Susu Formula pada Bayi

“Kelahiran prematur dan BBLR penyumbang cukup signifikan pada kelahiran bayi baru lahir. Individu yang merokok menyjmbang 1,3 hingga 2,5 kali mungkin memiliki kelahira prematur, terutama sebelum 32 minggu kehamilan,” kata Piprim.

Lanjutnya, plasenta previa, kelainan kongenital, dan perkembangan meurologis dan pertumbuhan janin juga menyumbang dampak dari paparan asap rokok pada ibu hamil dan janin.

Selain itu, bisa juga terjadi dampaknya pada anak-anak, seperti sudden infant death syndromes (SIDS). Piprim mengatakan dibandingkan dengan anak-anak non perokok, anak perokok memiliki tiga kali risiko SIDS, risiko meningkat dengan jumlah rokok yang dihisap dalam satu hari.

BACA JUGA:  Baik atau Buruk Buat Tubuh Jika Sering Makan Telur?

Lalu pertumbuhan dan perkembagan parunya mengalami penurunan fungsi, laju napas yang cepat dan volume semenit yang lebih tinggi pada neonatus. Dampak lainnya, lanjut Piprim, infeksi telinga dan penyakit sistem respirasi yaitu asma.

Anak-anak secara antomi masih lebih rentan tehadap polusi udara (indoor maupun outdoor). Karena sistem paru-paru dan sistem imun sedang perkembangan. Anak-anak juga frekuensi bernapasnya lebih cepat dibanding dewasa.

BACA JUGA:  Ketiak Masih Bau Padahal Sudah Mandi? Ini Penyebabnya

Piprim menjelaskan ibu hamil yang terpapar polusi dan asap rokok akan mengalami banyak masalah pada pertumbuhan janinnya, yang mana saat ini pemerintah sedang berupaya dalam menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada 2024.

“Nilai nutrisi keluarga akan teralihkan ke pembelian rokok pada kepala keluarga (suami/bapak) maupun anak laki-laki. Anak-anak yang harusnya konsumsi protein hewaninya tinggi jadi berkurang asupan proteinnya sehingga bisa menyebabkan stunting,” kata Piprim.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru