Butuh Strategi Komprehensif untuk Perkuat Keamanan Wilayah Pesisir

- Publisher

Sabtu, 3 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI, Jodi Mahardi, Mengatakan diperlukan upaya strategis dan program yang komprehensif dalam mengidentifikasi serta memperkuat keamanan juga ketahanan wilayah pesisir. Bandar Lampung, Jum'at, (2/8/2024). Foto. Humas Kemenko Marves Ri.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI, Jodi Mahardi, Mengatakan diperlukan upaya strategis dan program yang komprehensif dalam mengidentifikasi serta memperkuat keamanan juga ketahanan wilayah pesisir. Bandar Lampung, Jum'at, (2/8/2024). Foto. Humas Kemenko Marves Ri.

INIKEPRI.COM – Melimpahnya pulau-pulau kecil serta garis wilayah pesisir di Indonesia dihadapkan pada tantangan seperti keamanan maritim, ketahanan lingkungan, dan ekonomi tersendiri. Untuk itu, diperlukan upaya strategis dan program yang komprehensif dalam mengidentifikasi serta memperkuat keamanan juga ketahanan wilayah pesisir.

Hal ini diungkap oleh Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI, Jodi Mahardi, dalam pertemuan yang membahas Peningkatan Keamanan dan Ketahanan Maritim di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, di Bandar Lampung, Jum’at, (2/8/2024).

Deputi Jodi, kembali menjelaskan dalam peningkatan keamanan dan ketahanan penting bagi pemerintah pusat dan daerah serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk BUMN, swasta, dan akademisi, untuk bersama-sama menentukan solusi yang komprehensif dan efektif.

BACA JUGA:  Ini Empat Faktor Penetapan Harga Tiket Pesawat

“Kita harus terus memberdayakan potensi maritim, terutama pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir, untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, meningkatkan kesejahteraan dalam ekonomi kerakyatan berbasis maritim, dan mempersatukan negara kita Indonesia,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, konsep pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir sebagai ‘hub’ untuk mempermudah mobilitas barang dan orang antar-pulau dalam rangka menjamin pelayanan masyarakat yang lebih baik dan meningkatkan nilai tambah ekonomi local.

BACA JUGA:  Gibran Berlaga di Pilwako Solo, Joko Widodo Masuk Tim Sukses

Di tempat yang sama, Pj Gubernur Lampung, Samsudin, menyampaikan bahwa Provinsi Lampung, dengan garis pantai yang luas dan pulau-pulau kecil yang indah, memiliki peran strategis. Namun, wilayah ini menghadapi ancaman serius, mulai dari illegal fishing hingga dampak perubahan iklim.

“Kita perlu berkolaborasi untuk menghadapi tantangan ini dan memastikan keberlanjutan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil kita. Kerjasama solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat lokal, dan berbagai pemangku kepentingan sangat penting,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama dengan pemerintah kabupaten/kota terus berkolaborasi menyusun kebijakan guna mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan. Masyarakat turut dilibatkan secara aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dan ekonomi berbasis perikanan tangkap dan budidaya.

BACA JUGA:  Pemerintah Resmi Tanda Tangani SOP Koordinasi Pemeriksaan Kapal di Perairan Indonesia

Dalam konteks implementasi kebijakan pemerintah terhadap pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, pentingnya upaya penegakan kedaulatan negara di wilayah perairan perbatasan.

Dengan demikian, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil memerlukan keterpaduan lintas sektoral dengan mengedepankan pentingnya peran daerah menjadi kunci utama penyelenggaraan pemerintahan negara dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Vita Olivia Lolos Beasiswa Kementan, Pemkab Natuna Tanggung Biaya MCU
Hibah dan Bansos Natuna 2026 Disusun Lebih Ketat, Cen Sui Lan: Harus Transparan
250 WNA Digerebek di Baloi View Batam, Ratusan HP dan Laptop Diduga untuk Scamming
ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa
Cen Sui Lan Tinjau Revitalisasi Pelabuhan Selat Lampa, Target Jadi Gerbang Internasional Natuna
Sebulan Uji Coba WFH, Pemko Tanjungpinang Siapkan Evaluasi Menyeluruh
Sekda Batam Ingatkan Risiko Bencana di Kota Industri, RPBD Disiapkan Lebih Matang
Paskah 2026 di Batam, Amsakar–Li Claudia Ajak Warga Perkuat Solidaritas di Tengah Tantangan Kota

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:38 WIB

Vita Olivia Lolos Beasiswa Kementan, Pemkab Natuna Tanggung Biaya MCU

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:22 WIB

Hibah dan Bansos Natuna 2026 Disusun Lebih Ketat, Cen Sui Lan: Harus Transparan

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:16 WIB

250 WNA Digerebek di Baloi View Batam, Ratusan HP dan Laptop Diduga untuk Scamming

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:26 WIB

ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:50 WIB

Sebulan Uji Coba WFH, Pemko Tanjungpinang Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru