Kementerian Kesehatan: Klaim Pandemi COVID-19 Rekayasa Adalah Informasi Palsu

- Publisher

Kamis, 24 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Klaim mengenai pandemi COVID-19 yang masih beredar di media sosial sebagai rekayasa kembali menjadi sorotan publik. Beberapa narasi bahkan menyatakan bahwa virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 tidak ada.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril dalam keterangan resminya pada Selasa (22/10/2024) menjelaskan bahwa narasi tersebut adalah informasi yang tidak benar.

“Tidak benar dan tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Pandemi COVID-19 ini merupakan masalah internasional, bukan hanya masalah Indonesia,” kata Syahril.

Ia menekankan hal penting yang harus disyukuri saat ini adalah bahwa Indonesia telah berhasil menangani pandemi COVID-19. Pemerintah, bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) dan seluruh elemen masyarakat, bekerja sama untuk mengendalikan COVID-19 sehingga kasusnya turun dan terkendali.

BACA JUGA:  Hasil Tes Swab dan Rapid Test Tak Selalu Sama, Ini Penyebabnya

Syahril menegaskan bahwa status darurat kesehatan global untuk COVID-19 telah dicabut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pandemi secara resmi dinyatakan berakhir.

“Sudah tidak ada waktu lagi untuk mengatakan bahwa pandemi COVID-19 adalah sesuatu yang direkayasa. Kita telah melewati masa pandemi, dan alhamdulillah, kita bisa menyelesaikannya dengan baik,” ujar Syahril.

Berdasarkan data WHO, lebih dari 760 juta kasus dan 6,9 juta kematian akibat COVID-19 telah tercatat di seluruh dunia sejak Desember 2019. Lebih dari 13 miliar dosis vaksin COVID-19 telah diberikan hingga Juni 2023.

BACA JUGA:  Mencekam! Warga Asing Mulai Tinggalkan Shanghai

Laporan World Health Statistics 2024: Monitoring Health for the SDGs yang diterbitkan WHO pada 24 Mei 2024 mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 memengaruhi tren harapan hidup saat lahir dan harapan hidup sehat saat lahir.

Harapan hidup global menurun, kembali ke tingkat jauh sebelum pandemi terjadi. Pandemi COVID-19 menghapus kemajuan yang telah dicapai dalam meningkatkan harapan hidup selama hampir satu dekade hanya dalam dua tahun.

Antara 2019 dan 2021, harapan hidup global turun 1,8 tahun menjadi 71,4 tahun, kembali ke angka yang sama pada 2012. Demikian pula, harapan hidup sehat global turun 1,5 tahun menjadi 61,9 tahun pada 2021, juga kembali ke angka pada 2012.

BACA JUGA:  Satgas COVID-19: Kepri Alami Kenaikan Kasus dalam Sebulan

Laporan WHO pada 2024 juga menyoroti dampak pandemi COVID-19 yang dirasakan di seluruh dunia. Wilayah Amerika dan Asia Tenggara mengalami dampak paling parah, dengan harapan hidup menurun sekitar 3 tahun dan harapan hidup sehat turun 2,5 tahun antara 2019 dan 2021.

Sementara itu, wilayah Pasifik Barat terdampak selama dua tahun pertama pandemi, dengan penurunan harapan hidup kurang dari 0,1 tahun dan harapan hidup sehat sebesar 0,2 tahun.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan
Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap
Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 07:36 WIB

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:05 WIB

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Berita Terbaru