Bupati Natuna Keluarkan Surat Edaran Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Utara

- Publisher

Rabu, 17 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Natuna Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin. Foto: Istimewa

Bupati Natuna Cen Sui Lan dan Wakil Bupati Jarmin. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Pemerintah Kabupaten Natuna resmi menetapkan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah Natuna pada periode musim utara tahun ini.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bupati Natuna Cen Sui Lan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.2/160/BPBD-PK/IX/2025 tertanggal 8 September 2025 tentang Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Potensi Bencana Banjir, Longsor, Gelombang, dan Cuaca Ekstrem.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh camat, lurah, dan kepala desa di Natuna. Isinya menekankan pentingnya langkah antisipatif, peningkatan kewaspadaan, serta imbauan kepada masyarakat agar selalu siaga menghadapi potensi bencana.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Lantik 59 Pejabat untuk Percepatan Layanan Publik Bagi Masyarakat

Aparatur wilayah juga diminta melaporkan setiap kejadian secara cepat dan tepat kepada Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Natuna melalui Nomor Darurat Bencana 08117090117.

BPBD: Natuna Siaga Penuh

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Natuna, Zulheppy, SH, mengatakan bahwa Pemda telah mengaktifkan mode siaga sejak awal, baik dari sisi sumber daya manusia, fasilitas penanggulangan, hingga koordinasi dengan BMKG dan instansi terkait.

BACA JUGA:  Serahkan 57 Sertifikat Rumah Warga Perumahan Puak, Cen Sui Lan: Bukan Sekadar Dokumen, Tapi Jaminan Masa Depan Keluarga

“Sosialisasi dilakukan menyeluruh, karena musim utara tidak parsial tetapi melanda seluruh wilayah, termasuk laut dan udara. Oleh karena itu, masyarakat kami imbau agar tetap waspada,” ujar Zulheppy.

Musim utara di Natuna biasanya berlangsung hingga enam bulan, dengan puncak kondisi ekstrem terjadi sekitar empat bulan. Fenomena ini ditandai dengan angin kencang, hujan intensitas tinggi, gelombang laut besar, hingga potensi banjir dan longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

BACA JUGA:  Turun Langsung Tinjau Musibah Kebakaran di Ranai Kota, Bupati Natuna Pastikan Korban Tak Sendiri

Harapan Pemerintah

Melalui langkah antisipatif ini, Pemkab Natuna berharap seluruh elemen masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi bencana serta bersama-sama menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Sang Juara Ranai Darat Dibikin Tak Berkutik, Raja Mustakim Menang Apollo di Meja Domino
Beras untuk Keluarga, Cek Kesehatan untuk Masa Depan: Langkah Natuna Perkuat Perlindungan Warga
Raja Mustakim Sambangi Keluarga Warga yang Hilang di Hutan, Bawa Sembako dan Santunan
Gowes Pagi di Bukit Arai, Raja Mustakim Ajak Petugas Kebersihan Sarapan dan Berbagi Sembako
Pasar JICA Natuna Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Nelayan dan Perdagangan
Cen Sui Lan Paparkan Tantangan Natuna kepada Wamenlu, dari Konektivitas hingga Kelautan
Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno Tiba di Natuna, Bahas Agenda Strategis Kawasan Perbatasan
Kemarau Diprediksi hingga 2027, Embung Sebayar Disiapkan untuk Jaga Pasokan Air Natuna

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Sang Juara Ranai Darat Dibikin Tak Berkutik, Raja Mustakim Menang Apollo di Meja Domino

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Beras untuk Keluarga, Cek Kesehatan untuk Masa Depan: Langkah Natuna Perkuat Perlindungan Warga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:04 WIB

Raja Mustakim Sambangi Keluarga Warga yang Hilang di Hutan, Bawa Sembako dan Santunan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Gowes Pagi di Bukit Arai, Raja Mustakim Ajak Petugas Kebersihan Sarapan dan Berbagi Sembako

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Pasar JICA Natuna Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Nelayan dan Perdagangan

Berita Terbaru