Mengungkap Proses Alami di Balik Kesegaran Air Pegunungan

- Admin

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Selama ini, banyak konsumen mengira bahwa air pegunungan yang mereka konsumsi langsung diambil dari mata air permukaan yang mengalir di antara bebatuan.

Namun, pakar hidrogeologi meluruskan pemahaman itu dengan penjelasan ilmiah yang justru semakin memperkuat keyakinan akan kualitas dan keamanan air pegunungan yang selama ini dikonsumsi masyarakat.

Profesor Lambok M. Hutasoit, pakar hidrogeologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan bahwa air pegunungan sebenarnya berasal dari sistem akuifer alami yang terbentuk melalui proses geologi yang panjang dan kompleks.

Proses dimulai ketika air hujan turun di kawasan pegunungan, kemudian meresap secara perlahan melalui berbagai lapisan batuan dan tanah. Proses resapan alami inilah yang menjadi kunci utama terbentuknya akuifer – lapisan batuan berpori yang menyimpan air bersih.

Baca Juga :  Hari Tanpa Tembakau Momentum Gencarkan Sosialisasi Bahaya Rokok

“Sumber air pegunungan itu berada dalam sistem akuifer yang dihasilkan dari proses alami di pegunungan, yaitu hujan yang meresap ke dalam tanah, lalu mengalir ke sumber air dan diambil dari akuifer bawah tanah di pegunungan,” jelas Profesor Lambok, dalam keterangannya yang diterima, Rabu (22/10/2025).

Proses resapan yang bisa memakan waktu bertahun-tahun inilah yang secara alami menyaring air dan mengisinya dengan mineral-mineral bermanfaat.

Pemilihan sumber air dari akuifer pegunungan oleh industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bukan tanpa alasan ilmiah yang kuat. Dibandingkan dengan air tanah biasa, air dari akuifer pegunungan memiliki kualitas yang lebih terjamin.

Baca Juga :  Melan Refra, Mencuri Perhatian Publik. Anak John Kei!

Profesor Lambok menegaskan bahwa tidak semua air tanah aman untuk dikonsumsi langsung. “Salah satunya ada Kromium VI yang sangat beracun. Jadi, tidak sembarangan menggunakan air tanah untuk air minum. Harus dianalisis kimianya terlebih dahulu,” tegasnya.

Ancaman kontaminasi air tanah dari berbagai sumber pencemar menjadi pertimbangan utama dalam memilih sumber air yang benar-benar aman.

Kualitas air pegunungan juga sangat ditentukan oleh karakteristik lapisan batuan tempat akuifer terbentuk.

Baca Juga :  Tegas, Satgas Covid-19: Mudik Lokal Dilarang!

Menurut pakar ITB tersebut, batuan pasir, kapur, dan gamping dinilai ideal sebagai sumber air karena kemampuannya menyaring air secara alami sekaligus melarutkan mineral-mineral penting. Sebaliknya, batuan lumpur dianggap kurang baik karena lebih rentan terhadap kontaminasi.

“Batuan yang mengandung air bisa ditemukan di kedalaman dangkal maupun dalam. Tapi yang dangkal biasanya lebih rawan kontaminasi, baik dari toilet, selokan, maupun limbah lain,” paparnya.

Penjelasan itu makin mempertegas mengapa air dari akuifer dalam di kawasan pegunungan menjadi pilihan terbaik untuk memastikan keamanan dan kualitas air minum yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan
Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru
Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi
Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui
Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Terjaring OTT KPK Bersama 9 Orang Lainnya
Endipat Sentil Kinerja Komdigi, Tegaskan Kritik Bukan Ditujukan kepada Relawan
PPPK BGN 2025 Resmi Dibuka, Begini Tata Cara dan Syarat Lengkap Pendaftarannya

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:58 WIB

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan

Sabtu, 3 Januari 2026 - 08:54 WIB

Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:19 WIB

Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:17 WIB

Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui

Senin, 22 Desember 2025 - 17:30 WIB

Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas

Berita Terbaru