BRIN: Benda Terang di Langit Lampung dan Banten Sampah Antariksa

- Publisher

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Benda bersinar di langit yang menghebohkan warga. Foto: Istimewa

Benda bersinar di langit yang menghebohkan warga. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Fenomena objek terang yang melintas di langit wilayah Lampung dan Banten serta viral di media sosial akhirnya terungkap. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa benda tersebut merupakan sampah antariksa berupa sisa roket Tiongkok CZ-3B yang memasuki atmosfer Bumi.

Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin mengatakan objek tersebut terlihat mencolok karena memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi dan mengalami gesekan kuat dengan udara, sehingga terbakar dan tampak terang dari permukaan Bumi. “Objek terang yang terlihat di langit itu adalah pecahan sampah antariksa. Ketika memasuki atmosfer yang semakin padat, benda tersebut terbakar dan pecah, sehingga terlihat seperti serpihan cahaya,” jelas Thomas seperti dikutip dalam keterangan Humas BRIN, Minggu (5/4/2026).

BACA JUGA:  Dapatkan Bantuan PKH Modal Dari Pemerintah Rp3,5 Juta, Ini Syarat dan Jenis Usahanya

Menurutnya, fenomena tersebut juga menyebabkan objek tampak terpecah menjadi beberapa bagian sebagaimana disaksikan masyarakat di wilayah Lampung dan Banten.

Berdasarkan data Space-Track dan hasil analisis orbit, sisa roket tersebut meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di sebelah barat Sumatra. Pada sekitar pukul 19.56 WIB, ketinggiannya turun hingga di bawah 120 kilometer dan memasuki lapisan atmosfer yang lebih padat.

Pada ketinggian tersebut, hambatan udara meningkat drastis sehingga objek kehilangan kecepatan dan ketinggian secara cepat. Proses ini memicu gesekan intens yang menghasilkan panas tinggi, menyebabkan benda terbakar dan terfragmentasi menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya jatuh ke permukaan Bumi.

BACA JUGA:  BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per bulan

BRIN memperkirakan pecahan benda tersebut kemungkinan besar jatuh tersebar di kawasan hutan atau di laut.

Thomas menjelaskan bahwa fenomena jatuhnya sampah antariksa bukan hal yang langka secara global, namun kejadian yang dapat disaksikan langsung saat melintas di wilayah Indonesia tergolong jarang. Peristiwa serupa terakhir kali terjadi pada 2022, ketika objek sejenis terlihat di Lampung dan jatuh di wilayah Sanggau, Kalimantan Barat.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa fenomena ini pada umumnya tidak membahayakan masyarakat karena sebagian besar sampah antariksa akan habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi. Risiko baru muncul apabila ada bagian yang tidak terbakar sempurna dan jatuh di area permukiman. Namun, hingga saat ini kondisi tersebut belum pernah terjadi.

BACA JUGA:  Kapolri dan Kepala BPOM Perkuat Sinergi Penindakan Mafia

Ia juga menjelaskan bahwa penyebab utama sampah antariksa jatuh ke Bumi adalah adanya hambatan udara pada orbit rendah. Bekas roket atau satelit yang sudah tidak aktif akan mengalami perlambatan akibat interaksi dengan atmosfer, sehingga ketinggiannya terus menurun hingga akhirnya masuk ke lapisan atmosfer padat dan terbakar.

BRIN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik apabila melihat fenomena serupa pada masa mendatang. Fenomena ini dinilai sebagai bagian dari dinamika aktivitas antariksa global yang dapat diamati secara ilmiah, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan literasi publik terkait sains dan keantariksaan.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Prabowo Tegas! Potongan Ojol Diminta di Bawah 10 Persen, Driver Dapat 92%
Program SMA Unggul Garuda Digeber, Akses Pendidikan Berkualitas Kian Terbuka
Ketum GHLHI Soroti Menteri Lingkungan Hidup, Desak Penegakan Hukum Lebih Tegas
Serahkan KTP di Lobi Gedung? Pakar Sebut Berpotensi Langgar UU Data Pribadi
Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 5 Santri Laki-Laki, Ustaz SAM Dilaporkan ke Bareskrim Polri
KNPI Serukan Pemuda Jaga Persatuan di Tengah Isu Pemakzulan Pemerintah
Guntur Sahat Jadi Kakanwil Imigrasi Kepri, Wahyu Eka Putra Pimpin Imigrasi Batam
Terpidana Kasus Quotex Doni Salmanan Resmi Bebas Bersyarat Sejak 6 April 2026

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:28 WIB

Prabowo Tegas! Potongan Ojol Diminta di Bawah 10 Persen, Driver Dapat 92%

Kamis, 30 April 2026 - 12:21 WIB

Program SMA Unggul Garuda Digeber, Akses Pendidikan Berkualitas Kian Terbuka

Senin, 27 April 2026 - 17:50 WIB

Ketum GHLHI Soroti Menteri Lingkungan Hidup, Desak Penegakan Hukum Lebih Tegas

Minggu, 19 April 2026 - 11:52 WIB

Serahkan KTP di Lobi Gedung? Pakar Sebut Berpotensi Langgar UU Data Pribadi

Jumat, 17 April 2026 - 06:59 WIB

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 5 Santri Laki-Laki, Ustaz SAM Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Berita Terbaru