Zarubezhneft Pastikan Lanjutkan Pengembangan Blok Tuna di Laut Natuna, Proyek Dimulai Juni 2026

- Publisher

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blok Tuna. Foto: Istimewa

Blok Tuna. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Perusahaan minyak dan gas asal Zarubezhneft memastikan komitmennya untuk melanjutkan pengembangan Blok Tuna yang berada di Laut Natuna. Proyek strategis ini dijadwalkan kembali berjalan mulai Juni 2026 setelah sempat tertunda akibat mundurnya mitra sebelumnya, Premier Oil.

Kepastian tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, dengan perwakilan Zarubezhneft di Kota Kazan, Rusia, dalam rangka Sidang Komisi Bersama Indonesia-Rusia.

Yuliot mengatakan, pihak Zarubezhneft telah menyatakan kesiapan teknis untuk kembali mengaktifkan proyek tersebut sebagai bagian dari penguatan investasi Rusia di sektor hulu migas Indonesia.

BACA JUGA:  Perputaran Ekonomi Libur Lebaran 2024 Diproyeksikan Capai Rp276,11 Triliun

“Zarubezhneft telah menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan proyek Blok Tuna pada Juni mendatang. Pemerintah Indonesia akan memberikan dukungan penuh agar proyek ini dapat berjalan sesuai rencana,” ujar Yuliot, Jumat (15/5/2026).

Blok Tuna merupakan salah satu proyek migas strategis yang berada di perairan Natuna dan memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan.

BACA JUGA:  bank bjb Dukung BI Sediakan Uang Rupiah Baru untuk Ramadan dan Idulfitri 2023

Zarubezhneft melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd, telah menguasai 50 persen participating interest (PI) pada proyek tersebut sejak tahun 2020.

Selain fokus pada pengembangan Blok Tuna, perusahaan Rusia itu juga menunjukkan minat untuk memperluas investasinya di Indonesia melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) guna meningkatkan produksi dari lapangan minyak tua.

Perusahaan tersebut juga tertarik mendukung program reaktivasi sumur-sumur minyak yang tidak aktif atau idle well, sebagai upaya mengoptimalkan potensi produksi migas nasional.

BACA JUGA:  Pria Kelahiran Indonesia Ini Kecipratan Duit Elon Musk Rp 122 T

Komitmen kerja sama antara Indonesia dan Rusia tersebut telah dituangkan dalam dokumen Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama kedua negara. Pemerintah Rusia juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Zarubezhneft untuk mempererat kemitraan dengan perusahaan migas nasional Indonesia.

Kelanjutan proyek Blok Tuna di Laut Natuna diharapkan tidak hanya memperkuat produksi energi nasional, tetapi juga meningkatkan nilai strategis Natuna sebagai kawasan perbatasan yang memiliki peran penting dalam sektor energi dan investasi Indonesia.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Danantara Ambil Alih Pengelolaan PLN Batam, Keandalan Listrik Jadi Taruhan
80 UMKM Batam Ikuti Sampiran Project 2026, Literasi Digital Jadi Kunci Perluas Pasar
Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta
Gas Natuna Selangkah Lagi Mengalir ke Batam, Pipa Bawah Laut WNTS–Pemping Berhasil Diuji
Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik
Rp11 Miliar Disiapkan, Pemko Batam Sudah Salurkan Rp2,73 Miliar ke 23 Usaha Mikro
BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026
Bawa iPhone 18 atau iPhone Duo dari Luar Negeri ke Indonesia, Ini Hitungan Bea Masuk dan Pajaknya

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Danantara Ambil Alih Pengelolaan PLN Batam, Keandalan Listrik Jadi Taruhan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:25 WIB

80 UMKM Batam Ikuti Sampiran Project 2026, Literasi Digital Jadi Kunci Perluas Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Biaya Haji 2027 Resmi Disepakati Rp98,46 Juta, Pelunasan Turun Jadi Rp23,24 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Gas Natuna Selangkah Lagi Mengalir ke Batam, Pipa Bawah Laut WNTS–Pemping Berhasil Diuji

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Batam Dibidik Investasi Data Center, PLN Siapkan Tambahan Kapasitas Listrik

Berita Terbaru