Menteri Agama Nasaruddin Yakin Pesantren Akan Jadi Sekolah Paling Dicari di Era AI

- Publisher

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia di Jakarta. Foto: Istimewa

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia di Jakarta. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Menteri Agama Nasaruddin Umar justru melihat pesantren akan semakin diminati masyarakat.

Menurutnya, ketika teknologi mampu menyajikan ilmu pengetahuan secara instan, kebutuhan akan pendidikan yang menanamkan akhlak, spiritualitas, dan karakter justru akan semakin besar.

“Pesantren itu akan menjadi sekolah masa depan yang paling diminati orang, apalagi Artificial Intelligence sekarang ini semakin canggih,” ujar Nasaruddin Umar saat membuka Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia di Jakarta, Senin (18/5/2026).

BACA JUGA:  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi Massal di SUGBK

Menag menjelaskan, AI memiliki kemampuan luar biasa dalam mentransfer pengetahuan. Namun, teknologi tersebut tidak memiliki kemampuan untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan.

“AI bisa melakukan transfer of knowledge, tetapi tidak akan pernah mampu melakukan transfer of value,” katanya.

Menurut Nasaruddin, kekuatan utama pesantren terletak pada hubungan langsung antara santri dan kiai, di mana keteladanan, pembentukan akhlak, serta penguatan spiritual menjadi bagian yang tidak bisa digantikan mesin.

BACA JUGA:  Pemerintah Siapkan Proses Evakuasi WNI di Sudan

Ia mengingatkan agar pesantren tidak merasa inferior di tengah modernisasi pendidikan. Justru, tradisi pesantren memiliki keunggulan karena memadukan kecerdasan intelektual dengan kedalaman batin.

“Jangan sampai kita terjebak menyamakan institusi kita dengan sekolah umum yang gersang akan spiritualitas. Kekuatan kita ada pada keseimbangan intelektual dan batin,” tegasnya.

Menag juga menilai tradisi pesantren mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan alam dan kehidupan, bukan sekadar memaksakan ilmu pengetahuan secara mekanis.

BACA JUGA:  Jokowi : Jangan Ada yang Merasa Paling Agamis dan Pancasilais

Melalui Halaqah Nasional V ini, ia berharap lahir rekomendasi dan peta jalan strategis yang semakin memperkuat posisi pesantren sebagai benteng moral bangsa.

Di saat teknologi terus berkembang dan peran manusia menghadapi tantangan baru, pesantren diyakini tetap memiliki tempat istimewa: bukan hanya mencetak orang pintar, tetapi juga membentuk pribadi berakhlak dan berkarakter.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru
Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus
Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Berita Terbaru