INIKEPRI.COM – Pemerintah memberikan sinyal akan melanjutkan kebijakan efisiensi dan penataan ulang anggaran pada tahun 2027. Langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan kualitas belanja negara agar lebih produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian maupun kesejahteraan masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tetap berkomitmen memperbaiki kualitas belanja negara melalui efisiensi dan refocusing anggaran.
“Pemerintah terus berkomitmen meningkatkan kualitas belanja negara melalui upaya efisiensi dan refocusing agar alokasi anggaran semakin produktif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat,” kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa.
Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027, pemerintah menetapkan target belanja negara pada kisaran 13,62 persen hingga 14,80 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Selain memperkuat kualitas belanja, pemerintah juga berupaya meningkatkan efektivitas subsidi dan program perlindungan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendukung pengentasan kemiskinan.
Menurut Purbaya, bantuan sosial dan subsidi akan diarahkan agar semakin tepat sasaran dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah juga terus memperkuat program perlindungan sosial berbasis pemberdayaan serta meningkatkan sinergi antarprogram yang dijalankan kementerian dan lembaga.
Di sisi lain, pemerintah mendorong harmonisasi belanja antara pemerintah pusat dan daerah guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pelaksanaan program prioritas nasional.
Sinergi tersebut juga mencakup penguatan belanja kementerian dan lembaga di daerah, termasuk untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta program pemeriksaan kesehatan gratis.
Pada kesempatan yang sama, Purbaya mengungkapkan pemerintah merancang defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 pada rentang 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap PDB.
“Postur makro fiskal tahun 2027 didesain secara kolaboratif, terarah, dan terukur dengan defisit 1,8 persen sampai dengan 2,4 persen PDB,” ujarnya.
Defisit tersebut akan ditopang oleh target pendapatan negara sebesar 11,82 persen hingga 12,40 persen PDB dan belanja negara sebesar 13,62 persen hingga 14,80 persen PDB.
Untuk meningkatkan penerimaan negara, pemerintah akan memperluas basis perpajakan, memanfaatkan teknologi dan analisis big data untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak melalui penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas layanan publik.
Pemerintah juga akan tetap memberikan insentif fiskal secara selektif kepada sektor-sektor strategis yang dinilai mampu memberikan nilai tambah tinggi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap APBN 2027 dapat menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung berbagai program prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















