Cen Sui Lan Paparkan Tantangan Natuna kepada Wamenlu, dari Konektivitas hingga Kelautan

- Publisher

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arif Havas Oegroseno bersama Pemkab Natuna. Foto: INIKEPRI.COM/NatunaKab

Rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arif Havas Oegroseno bersama Pemkab Natuna. Foto: INIKEPRI.COM/NatunaKab

INIKEPRI.COM — Posisi Natuna sebagai wilayah kepulauan sekaligus kawasan perbatasan kembali menjadi perhatian pemerintah pusat. Dalam rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arif Havas Oegroseno, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan sejumlah persoalan strategis yang masih dihadapi daerah, mulai dari konektivitas hingga penguatan ekonomi maritim.

Rakor berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Rabu (26/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Pemerintah Kabupaten Natuna untuk menyampaikan langsung kondisi daerah dan kebutuhan pembangunan kepada pemerintah pusat.

Cen Sui Lan mengatakan, kunjungan Wamenlu RI menjadi kesempatan penting bagi Natuna untuk memperkenalkan lebih jauh karakteristik wilayah sekaligus menyampaikan berbagai kebutuhan yang membutuhkan dukungan lintas kementerian dan lembaga.

Menurutnya, kondisi geografis Natuna membuat pembangunan tidak bisa dipandang dengan pendekatan yang sama seperti daerah daratan. Sebagian besar wilayah Natuna merupakan laut dan tersebar dalam gugusan pulau.

Natuna memiliki luas wilayah sekitar 264.198,37 kilometer persegi. Dari luasan tersebut, sekitar 99,24 persen merupakan wilayah laut, sedangkan daratan hanya sekitar 0,76 persen. Kabupaten Natuna juga memiliki 154 pulau, namun baru 27 pulau yang tercatat berpenghuni.

Kondisi tersebut, kata Cen Sui Lan, berpengaruh langsung terhadap konektivitas, pelayanan publik hingga pemerataan pembangunan.

Akses Jadi Persoalan Utama

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah konektivitas. Cen Sui Lan secara khusus mendorong pembukaan penerbangan langsung dari Ranai menuju Jakarta.

Selama ini, masyarakat Natuna masih kerap menggunakan Batam sebagai titik transit untuk perjalanan menuju Jakarta maupun sebaliknya. Kondisi tersebut dinilai membuat perjalanan menjadi lebih panjang dan meningkatkan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Jadikan Desa Tiangau di Anambas Sebagai Destinasi Wisata Unggulan

“Bagi Natuna, akses transportasi bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga berkaitan dengan biaya masyarakat, aktivitas ekonomi dan kemudahan pelayanan pemerintahan. Karena itu, penerbangan langsung Ranai-Jakarta sangat kami harapkan dapat diwujudkan,” ujar Cen Sui Lan.

Selain penerbangan, pemerintah daerah juga menilai revitalisasi pelabuhan perlu menjadi bagian dari penguatan konektivitas Natuna.

Infrastruktur pelabuhan dinilai penting bukan hanya untuk pergerakan orang dan barang, tetapi juga untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan.

Perikanan dan Nelayan Tradisional

Dalam pertemuan tersebut, Cen Sui Lan juga menyoroti sektor kelautan dan perikanan yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi Natuna.

Ia meminta perhatian terhadap keberadaan nelayan tradisional yang masih menjadi bagian besar dari masyarakat pesisir. Dukungan terhadap nelayan dinilai penting agar mereka mampu meningkatkan produktivitas sekaligus tetap memiliki ruang dalam perkembangan industri perikanan.

Pemerintah daerah juga menyampaikan kebutuhan fasilitas yang lebih memadai untuk pendaratan dan pengelolaan hasil tangkapan ikan.

Penguatan sektor tersebut diharapkan tidak berhenti pada produksi, tetapi dilanjutkan dengan pengembangan rantai distribusi dan pasar sehingga nilai ekonomi hasil laut dapat lebih banyak dirasakan masyarakat Natuna.

Dorong Natuna Masuk Jalur Ekonomi Ekspor

Cen Sui Lan turut menyampaikan gagasan agar Natuna dapat dikembangkan sebagai salah satu wilayah transit barang ekspor dari luar negeri sebelum diteruskan ke berbagai daerah di Indonesia.

BACA JUGA:  KKP Setujui 9 Kampung Nelayan Merah Putih di Natuna, Cen Sui Lan: Dongkrak Ekonomi Warga

Menurutnya, posisi geografis Natuna yang berada di kawasan perbatasan dapat menjadi modal untuk mengembangkan fungsi ekonomi tersebut apabila didukung infrastruktur, regulasi dan konektivitas yang memadai.

Selain sektor kelautan, pemerintah daerah juga menyampaikan berbagai agenda pembangunan lainnya, termasuk optimalisasi lahan transmigrasi, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, serta pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Untuk Kampung Nelayan Merah Putih, terdapat 20 titik yang direncanakan di Natuna. Satu titik telah selesai dibangun dan masih dalam proses melengkapi kebutuhan fasilitas.

Sementara itu, KDMP telah terealisasi di 35 titik, meskipun belum seluruhnya mulai beroperasi.

Sekolah Rakyat hingga Fasilitas Olahraga

Di bidang pendidikan, Natuna juga mendapatkan alokasi pembangunan Sekolah Rakyat dengan nilai anggaran sekitar Rp250 miliar. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sekitar 11 hektare untuk mendukung program tersebut.

Cen Sui Lan menegaskan bahwa berbagai program pemerintah pusat yang masuk ke Natuna perlu diselaraskan dengan karakteristik daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Pemkab Natuna juga mengusulkan penguatan fasilitas olahraga, termasuk pembangunan kolam renang yang representatif. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan kesiapan Natuna menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau pada 2028.

“Kami ingin pelaksanaan Porprov nanti tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga menunjukkan kesiapan Natuna sebagai tuan rumah. Karena itu, fasilitas pendukung harus dipersiapkan dari sekarang,” katanya.

Sejumlah persoalan lain turut disampaikan dalam rakor, termasuk terkait Dana Bagi Hasil (DBH), sertifikasi lahan masyarakat di Satuan Permukiman Kecamatan Batubi, serta kebutuhan penguatan berbagai infrastruktur dasar.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Serahkan Bus Angkutan untuk Dosen dan Mahasiswa STT REAL Batam

Di sisi lain, potensi pariwisata juga menjadi perhatian. Cen Sui Lan menyampaikan bahwa Geopark Nasional Natuna telah ditetapkan sebagai Kandidat Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp) 2026.

Status tersebut dinilai dapat menjadi pintu untuk memperluas pengenalan Natuna di tingkat internasional sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Wamenlu Soroti Posisi Strategis Natuna

Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno menyambut berbagai masukan yang disampaikan pemerintah daerah.

Ia menilai posisi Natuna memiliki arti penting bagi Indonesia karena berada di kawasan perbatasan dan berhadapan dengan lingkungan geopolitik yang strategis.

Menurut Arif, penguatan Natuna perlu dilakukan dengan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki daerah, terutama sektor kelautan dan perikanan.

Potensi sumber daya laut Natuna, termasuk komoditas bernilai tinggi seperti ikan Napoleon, dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh.

Pasar internasional juga menjadi salah satu peluang yang dapat digarap. Arif menyebut Jepang, China dan Singapura sebagai sejumlah negara yang memiliki potensi pasar bagi produk perikanan Natuna.

Pengembangan sektor tersebut, menurutnya, membutuhkan ekosistem yang saling terhubung antara produksi, pengolahan, distribusi, hingga akses pasar.

Rakor antara Pemkab Natuna dan Wamenlu RI ini pun menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Bagi Natuna, penguatan konektivitas, ekonomi maritim dan pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan penting agar posisi strategis sebagai wilayah perbatasan dapat sekaligus menjadi kekuatan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno Tiba di Natuna, Bahas Agenda Strategis Kawasan Perbatasan
Kemarau Diprediksi hingga 2027, Embung Sebayar Disiapkan untuk Jaga Pasokan Air Natuna
Prosesi Adat Melayu Warnai Penyambutan Pangkosek II di Lanud Raden Sadjad Natuna
Cen Sui Lan Serahkan Sertifikat dan TISKA kepada 25 Pramuka Natuna Peserta Jambore Nasional XII
Kemarau hingga 2027, Cen Sui Lan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla di Natuna
MAN 1 Natuna Borong Tiga Gelar di STAI Cup 2026, Dominasi Sepak Takraw dan Voli
Cen Sui Lan Kawal Hilirisasi Kelapa Natuna, 497 Petani Dapat Dukungan 350 Hektare
Turnamen Voli Gubernur-Wagub Kepri Ditutup, Cen Sui Lan Minta Dukungan Olahraga untuk Natuna Diperkuat

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Cen Sui Lan Paparkan Tantangan Natuna kepada Wamenlu, dari Konektivitas hingga Kelautan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Wamenlu RI Arif Havas Oegroseno Tiba di Natuna, Bahas Agenda Strategis Kawasan Perbatasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Kemarau Diprediksi hingga 2027, Embung Sebayar Disiapkan untuk Jaga Pasokan Air Natuna

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Prosesi Adat Melayu Warnai Penyambutan Pangkosek II di Lanud Raden Sadjad Natuna

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Cen Sui Lan Serahkan Sertifikat dan TISKA kepada 25 Pramuka Natuna Peserta Jambore Nasional XII

Berita Terbaru