INIKEPRI.COM – Uni Emirat Arab (UEA) membuka babak baru dalam kebijakan perjudian dengan mengizinkan lotre berlisensi di bawah pengawasan pemerintah. Kebijakan tersebut kembali menjadi sorotan setelah seorang warga ekspatriat asal India dilaporkan memenangkan hadiah 5 juta dirham atau sekitar Rp24 miliar.
Pemenang tersebut bernama Kishore Pandurang, warga India yang tinggal di UEA. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia yang mengutip Gulf News, ia diumumkan sebagai pemenang pada 3 Oktober 2026 melalui platform UEA Lottery.
Kishore mengungkapkan keinginannya menggunakan hadiah tersebut untuk mewujudkan impian berkeliling dunia.
“Mimpi saya adalah berkeliling dunia,” kata Kishore, seperti dikutip dari Gulf News.
Di tengah kegembiraannya, ia juga mengingatkan pentingnya mengatur pengeluaran dan bermain secara bertanggung jawab.
“Setiap orang harus mengetahui batasan mereka sendiri,” ujarnya. Ia menekankan perlunya menetapkan batas pengeluaran agar aktivitas tersebut tidak menimbulkan masalah keuangan.
UEA Bentuk Badan Pengawas Perjudian
UEA mulai membangun kerangka regulasi perjudian komersial dengan membentuk General Commercial Gaming Regulatory Authority (GCGRA) pada 2023. Lembaga ini bertugas mengawasi kegiatan perjudian komersial yang memperoleh izin di negara tersebut.
Salah satu platform yang telah mendapatkan lisensi adalah UEA Lottery. Platform tersebut menawarkan permainan lotre dan undian berhadiah dengan ketentuan yang ditetapkan regulator, termasuk batas usia minimum pemain 18 tahun.
Kebijakan ini menjadi perhatian karena UEA merupakan negara dengan Islam sebagai agama resmi. Namun, pemerintahnya dalam beberapa tahun terakhir juga melakukan sejumlah perubahan kebijakan untuk memperkuat daya tarik negara tersebut sebagai pusat bisnis dan pariwisata internasional.
Bidik Investasi dan Pariwisata
Langkah mengatur perjudian komersial turut dikaitkan dengan upaya UEA mendiversifikasi perekonomian agar tidak terlalu bergantung pada sektor minyak.
Pemerintah berupaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi melalui berbagai sektor, termasuk pariwisata, perhotelan, hiburan, dan investasi asing.
Industri perjudian yang diatur secara resmi dipandang berpotensi menjadi bagian dari strategi tersebut. Kehadiran kasino dan fasilitas hiburan berlisensi juga menjadi perhatian dalam perkembangan industri pariwisata di kawasan, meski penerapan dan cakupan izinnya bergantung pada regulasi yang berlaku.
UEA selama ini berupaya memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan, bisnis, dan pariwisata global. Persaingan dengan destinasi regional lainnya turut mendorong negara itu mengembangkan berbagai daya tarik bagi wisatawan dan investor.
Meski demikian, legalisasi lotre tidak berarti seluruh bentuk perjudian otomatis diperbolehkan di semua wilayah UEA. Aktivitas perjudian komersial tetap bergantung pada izin dan ketentuan regulator.
Perubahan kebijakan tersebut memperlihatkan upaya UEA mengembangkan sektor ekonomi baru di tengah karakter sosial dan hukum negara yang memiliki tradisi Islam kuat.
Penulis : RBP
Editor : IZ

















