70 Orang Tewas Karena Virus Kutu Mewabah di China

- Publisher

Minggu, 9 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

China, inikepri.com – China kembali digegerkan wabah penyakit baru. Sama seperti corona, virus ini juga ditularkan melalui binatang yakni kutu.

Penyakit itu mewabah di Provinsi Jiangsu China Timur. Virus, yang diberi nama SFTS (Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome) itu juga menginfeksi di provinsi Anhui.

Ia dikenal juga dengan nama tick (kutu) borne. Virus ini masuk kelompok Bunyaviridae atau bunya virus.

Dikutip dari The Indian Times, dari media pemerintah Global Times, 70 orang meninggal. Sementara 60 lainnya dirawat.

BACA JUGA:  Viral! Keringat Tenaga Medis Bercucuran saat Lepas APD

Bukan Baru

Virus ini sudah lama di China, bahkan sejak 2009. Bukan hanya China, ini juga pernah mewabah di Jepang dan Korea.

Pemerintah China sempat mengisolasi patogen ini di tahun 2011.

Gigitan Kutu

SFTS umumnya ditularkan melalui gigitan kutu. Menurut sebuah studi tahun 2015, ada beberapa spesies kutu yang diduga sebagai pembawa virus SFTS.

BACA JUGA:  Amanat Surya Paloh, NasDem Malaysia Siap Menangkan Anies Baswedan

Yakni H longicornis, R microplus, H campanulata dan D sinicus. Kutu-kutu ini biasanya terdapat pada anjing, kucing, domba, dan sapi.

Sheng Jifang, seorang dokter dari rumah sakit afiliasi pertama di bawah Universitas Zhejiang mengatakan bahwa kemungkinan penularan dari manusia ke manusia tidak dapat dikesampingkan. Pasien dapat menularkan virus ke orang lain melalui darah atau lendir.

Meski begitu, dokter memperingatkan bahwa gigitan kutu adalah rute penularan utama. “Selama orang tetap berhati-hati, tidak perlu terlalu panik atas penularan virus tersebut,” katanya Jifang.

BACA JUGA:  Arab Saudi Catat Rekor, 3.531 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari

Gejala

Gejala awal yang ditumbulkan virus itu adalah demam dan batuk. Penderita biasanya menggigil, kehilangan nafsu makan, mengalami muntah, diare, dan pendarahan pada gusi.

Tingkat parah adalah penurunan leukosit, trombosit darah di dalam tubuh penderita.

Sumber : www.aksi.id

Berita Terkait

Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi
BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026
BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang
Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun
Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah
AS: Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz Dibuka Tanpa Izin dan Biaya
Puluhan Ribu Xpeng X9 Direcall! Masalah Suspensi Udara Berpotensi Ganggu Kendali Mobil, Apakah Unit Indonesia Terdampak?
Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:49 WIB

Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Minggu, 13 September 2026 - 12:32 WIB

BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026

Senin, 7 September 2026 - 10:51 WIB

BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:13 WIB

Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Berita Terbaru