Jangan Macam-macam! Pasukan Khusus TNI Siap Libas Oknum Anarkis di Tengah Gejolak Sosial dan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

- Publisher

Kamis, 30 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam, inikepri.com – Dampak persebaran virus corona di Indonesia yang hampir mencapai 10.000 pasien positif bukanlah angka yang kecil.

Hal itupun disadari oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk andil bagian menyelesaikan masalah tersebut.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Sisriadi mengungkapkan, TNI telah menyiapkan 109 fasilitas kesehatan dalam hal ini rumah sakit, sebagaimana dilansir dari grid.id.

Keputusan itu diambil oleh TNI guna mengantisipasi apabila penyebaran virus corona kian memburuk.

Tak sampai disitu saja, pandemi seperti ini dinilai membawa dampak yang kurang baik bukan hanya di sektor kesehatan nasional.

Melainkan juga menyangkut permasalahan sosial, politik dan ekonomi yang timbul lantaran keadaan seperti ini.

BACA JUGA:  Kemenkes-TNI Perpanjang Kerja Sama Bangun Kesehatan Indonesia

Selain ikut serta dalam menanggulangi masalah kesehatan nasional gegara pandemi dari virus corona, TNI juga telah mengkaji mengenai dampak lainnya.

Yang paling mencolok menurut Kapuspen, dampak yang akan terjadi gegara pandemi seperti kali ini adalah gejolak sosial.

Gejala sosial tersebut timbul lantaran kondisi yang tak memungkinkan masyarakat untuk beraktivitas normal.

Dan yang akan terjadi kemudian akan meningkat lantaran gejolak tersebut adalah kasus anarkis serta kriminal di masyarakat.

Oleh sebab itu, TNI tak akan tinggal diam apabila pertahanan nasional tersebut terganggun.

Mayor Jenderal Sisriadi mengungkapkan, TNI telah menyiapkan pasukan khusus guna meredam gejolak sosial yang timbul gegara pandemi covid-19.

BACA JUGA:  Kenaikan UKT Dibatalkan, Mendikbudristek Minta PTN Rangkul Calon Mahasiswa Baru yang Terdampak

Pasukan tersebut nantinya akan bertugas untuk mengantisipasi gangguan keamanan nasional.

“Kita menyiapkan pasukan-pasukan kita untuk menghadapi dampak gejolak sosial yang bisa mengarah ke anarkistis. Sehingga dampak keamanan bisa kita perkecil jika kita siapkan lebih awal,” ujar Sisriadi dalam diskusi online Jakarta Defence Studies, Selasa (28/4/2020).

Sebab menurut Mayjen Sisriadi, ketika permasalahan ekonomi menyentuh masyarakat akar rumput, maka hal itu berkaitan erat dengan masalah ‘perut’.

Hingga apabila menyangkut masalah kebutuhan pokok, maka ada kemungkinan besar naiknya kasus anarkis yang merujuk pada penjarahan ataupun kriminal.

Hal itu mengundang masalah keamanan yang besar menurut Kasuspen.

BACA JUGA:  Cerita M Shabilla Alhaqim, Anak Pengembala Sapi yang Jadi Prajurit TNI

“Untuk itu dalam menyikapi hal ini TNI telah menyiapkan beberapa langkah urgensi untuk menghadapi kemungkinan terburuk di bidang keamanan masyarakat,” kata dia.

Sampai hari ini, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per pukul 12.00 WIB pada Rabu (28/4/2020) kasus orang positif corona masih menanjak grafiknya.

Terdapat 9.511 orang positif virus corona dan 7.484 orang tengah menjalani perawatan.

Sedang kematian yang timbul atas pandemi mencapai 773 orang dan orang yang dinyatakan sembut sebanya 1.254 jiwa.

Data ini menjadi salah satu catatan oleh TNI untuk mempersiapkan pasukan khususnya demi antisipasi terganggunya keamanan tingkat nasional.

Berita Terkait

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028
Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri
BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot
Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara
Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat
Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10
Komisi XII DPR Beri Lampu Hijau Tarif Listrik PLN Batam dan Kolaka Green Energy
Prabowo Tetapkan Solar Rp15.000 per Liter untuk Nelayan Kapal 30–200 GT
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:03 WIB

MK Wajibkan Anggaran MBG Dipisahkan dari Dana Pendidikan Mulai APBN 2028

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:03 WIB

Manajer Kopdes Merah Putih Digaji APBN Selama Dua Tahun, Setelah Itu Koperasi Wajib Mandiri

Senin, 27 Juli 2026 - 16:03 WIB

BGN Tutup 833 Dapur MBG Bermasalah, Ratusan Pegawai Ikut Dicopot

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:29 WIB

Nama Laut China Selatan Digugat ke MK, Pemohon Minta Diubah Menjadi Laut Natuna Utara

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:11 WIB

Prabowo Tegaskan Pemerintah Jalankan Amanat UUD 1945 demi Kemakmuran Rakyat

Berita Terbaru