Waduh! Indonesia Tolak Kunjungan Turis Asing hingga Akhir 2020

- Publisher

Jumat, 14 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Indonesia memastikan belum akan membuka sektor pariwisata untuk turis asing sampai akhir 2020, karena pemerintah bakal lebih fokus menjaring turis domestik untuk pemulihan industri pariwisata.

Pernyataan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan tersebut berseberangan dengan rencana pembukaan pariwisata Bali bagi turis asing yang rencananya akan dimulai pada 11 September 2020. Di sisi lain, kedatangan warga negara asing sejatinya masih terganjal oleh Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 11/2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara.

BACA JUGA:  Tim BLC Siapkan Poltek Batam Jadi Kampus Tangguh

“Masalah turis asing, saya pikir sampai akhir tahun kita belum akan menerima. Biar kita konsolidasi dulu,” kata Luhut kala berbicara dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kamis (13/8).

Baca Juga : Wow! Ternyata PNS Boleh Poligami, Begini Aturannya

Dia menjelaskan bahwa pemerintah ingin mendorong kontribusi turis domestik sampai 70 persen dari yang sekarang di kisaran 50 persen. Fokus pada wisatawan domestik pun telah disampaikan Luhut kepada Presiden Joko Widodo mengingat terdapat sekitar 1 juta orang dengan dana umroh yang tak jadi dibelanjakan menyusul larangan ibadah di Tanah Suci oleh pemerintah Arab Saudi.

BACA JUGA:  Tak Kenal Lelah, Polsek dan Babinsa Batam Kota Himbau Masyarakat Patuhi Protokol kesehatan

“Saya sudah lapor ke Presiden bahwa kita ini duitnya cukup banyak karena tidak ada perjalanan umrih sekarang. Jumlahnya hampir 500.000 sampai 1 juta orang yang punya dana pergi umroh,” lanjutnya.

Kabar soal pembatalan pembukaan pariwisata Bali ini pun sempat dikemukakan oleh Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi. Meski demikian, dia mengemukakan pelaku industri pariwisata sejatinya siap mengimplementasikan berbagai protokol ketika destinasi dibuka.

BACA JUGA:  Dari Istana Merdeka ke Monas, Kirab Simbol Kemerdekaan Tutup HUT ke-81 RI

“Saya dengan tidak jadi dibuka 11 September [untuk Bali]. Kemungkinan diundur sampai Desember. Tetapi tolong crosscheck kembali,” ujar Didien saat dihubungi, Kamis (13/8).

Terlepas dari hal tersebut, Didien tetap memberi catatan bahwa pembukaan destinasi wisata bagi turis asing tak serta-merta bakal menarik minat berkunjung. Menurutnya, kondisi negara asal turis bakal amat mempengaruhi pergerakan, termasuk kondisi penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Sumber : www.bisnis.com

Berita Terkait

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun
Mau Jadi Petugas Haji 2027? Ini Syarat, Jadwal Seleksi dan Perkiraan Honornya

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Senin, 21 September 2026 - 07:33 WIB

Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 07:15 WIB

Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD

Berita Terbaru