Jakarta, inikepri.com – Kabar terbaru, bantuan langsung tunai (BLT) Rp 600 ribu per bulan yang akan diberikan kepada karyawan bergaji di bawah Rp 5 juta ternyata hanya mencakupi pekerja formal.
Selain harus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, syarat lain dari penerima BLT ialah pekerja formal bergaji di bawah Rp 5 juta.
Jadi, pekerja informal seperti buruh harian, pedagang, buruh tani dan lain-lainnya, tidak termasuk sebagai penerima bantuan ini.
Adapun kriteria ini tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 14 Tahun 2020.
Dimana kriteria calon penerima bantuan Rp 600.000 per bulan ini adalah WNI yang dibuktikan dengan NIK, pekerja atau buruh penerima upah (PU), terdaftar sebagai peserta aktif BP Jamsostek sampai Juni 2020, tenaga kerja aktif yang membayarkan iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5 juta sesuai dengan upah terakhir yang dilaporkan pemberi kerja, tercatat di BP dan memiliki rekening aktif di bank, demikian melansir finance.detik.com.
“Jadi kebijakan pemerintah yang ada saat ini memberikan BSU untuk sektor pekerja formal, atau PU, jadi saya kira melihat dari kebijakan yang saat ini baru untuk PU atau formal,” kata Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto.
Sementara peserta BP Jamsostek yang baru aktif pada Juli 2020 pun tidak termasuk sebagai penerima bantuan.
Meski demikian, kata Agus, akan ada manfaat luar biasa yang didapat peserta BP Jamsostek nantinya. Bahkan lebih besar dari bantuan Rp 600.000.
“Contoh untuk kecelakaan kerja, kalau pekerja alami kecelakaan kerja, selama biaya perawatan ditanggung BP Jamsostek tidak ada batas maksimal biaya, berapapun lamanya akan kita biayai, selama dirawat tidak mendapat upah maka akan diganti oleh BP Jamsostek setahun pertama,” Agus menerangkan.
“Lalu kalau ada kecacatan maka akan diberikan santunan tunai ada manfaat layanan kesehatan. Kalau sampai meninggal dunia ahli waris mendapat 48 kali dari upah yang dilaporkan, dan 2 anak mendapat beasiswa dari SD sampai lulus sarajana, saya kira ini luar biasa manfaatnya,” kata Agus.

















