Tingginya Konsumsi Rokok Jadi Tantangan Pembangunan Manusia Indonesia

- Publisher

Kamis, 27 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam lima tahun mendatang. Namun, pembangunan tersebut menghadapi berbagai tantangan, di antaranya yaitu tingginya angka perokok di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan permasalahan konsumsi rokok menjadi jebakan yang terjadi di semua tahapan pembangunan manusia Indonesia.

Bahkan, persoalan perokok ini bukan hanya berdampak pada permasalahan kesehatan dan ekonomi pada orang dewasa. Tetapi yang paling krusial, dampak buruk yang bisa terjadi adalah persoalan gagal tumbuh atau stunting pada usia anak-anak.

Hal itu disampaikan Menko PMK saat menjadi pembicara kunci pada Webinar Diseminasi Hasil Penelitian yang berjudul “Tingkat Prevalensi Peningkatan Merokok pada Kategori Anak di Indonesia: Efek Harga dan Efek Teman Sebaya”, yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) – Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI, pada Kamis (27/8).

BACA JUGA:  Kemenkes Siapkan Transisi Akhiri Kedaruratan COVID-19

“Orang tua perokok itu punya dampak yang sangat serius terhadap janin yang ada dalam kandungan seorang ibu. Baik itu ibu perokok atau suami perokok. Atau si ibu tidak merokok tapi menjadi perokok pasif. Dan itu akan memengaruhi janin yang ada di dalam kandungan,” kata Menko Muhadjir.

Ia melanjutkan, pemerintah saat ini mewaspadai praktek merokok di dalam keluarga untuk mencegah dampak stunting pada anak-anak. Apalagi, saat ini Presiden Joko Widodo berfokus pada penanganan stunting. Iamemaparkan, angka stunting di Indonesia saat ini sebesar 27,67 persen.

BACA JUGA:  Ini 4 Pertimbangan Pemerintah Naikan Harga Rokok, Salah Satunya Covid-19

Presiden mencanangkan angka stunting pada tahun 2024 harus ditekan bawah 14 persen. Karena itu, kata Menko Muhadjir harus mewaspadai praktek merokok dalam keluarga. Ini harus dilakukan karena stunting ini memiliki andil yang sangat besar dan menjadi faktor hambatan utama terhadap pembangunan manusia indonesia.

“Bahkan sekitar 54 persen angkatan kerja Indonesia yang jumlahnya 136 juta itu 54 persen pernah stunting, terutama pada masa 1000 hari kehidupan,” kata Menko Muhadjir.

Peneliti PKJS-UI Teguh Dartanto menyampaikan hasil penelitiannya bahwa prevalensi perokok pada kategori anak di Indonesia menjadi soal yang cukup pelik, dikarenakan faktor harga rokok yang cukup murah dan faktor teman sebaya.

BACA JUGA:  Menko PMK Tekankan Pentingnya Pembangunan Ekonomi yang Berkeadilan dan Berkelanjutan

Kenaikan harga rokok, menurut Teguh adalah kunci untuk menekan angka perokok pada anak dan remaja. Selain itu perlu ada pendekatan perilaku sebafai upaya pencegahan perilaku anak, seperti sosialisasi bahaya rokok dan kampanye anti rokok.

“Pemerintah akan melakukan kebijakan sebaik mungkin untuk mengatasi kasus perokok anak dan remaja. Saya yakin kementerian terkait telah membuat kebijakan-kebijakan dalam rangka kita untuk mengurangi jangan sampai anak terjangkit rokok sejak dini,” kata Menko Muhadjir menanggapi penelitian tersebut.

Berita Terkait

Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan
Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat
Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk
Kabar Baru untuk ASN! WFH Hari Jumat Masih Lanjut sampai Dua Bulan ke Depan
Tak Harus Tunggu Umur 7 Tahun, Kemendikdasmen Buka Peluang Anak Masuk SD Lebih Cepat
Prabowo Geram Soal Bea Cukai! Pimpinan Tak Mampu Diminta Diganti dan Tindak yang Melanggar
Mau Hibahkan Tanah ke Anak? ATR/BPN Ungkap Cara Balik Nama Sertifikat Tanpa Ribet
Punya Rumah Sertifikat HGB? ATR/BPN Ungkap Cara Ubah Jadi SHM, Biayanya Cuma Rp50 Ribu

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:40 WIB

Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:17 WIB

Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:09 WIB

Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:25 WIB

Kabar Baru untuk ASN! WFH Hari Jumat Masih Lanjut sampai Dua Bulan ke Depan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:16 WIB

Tak Harus Tunggu Umur 7 Tahun, Kemendikdasmen Buka Peluang Anak Masuk SD Lebih Cepat

Berita Terbaru