Harga Rokok di Indonesia Terlalu Murah? Ini Kata Bea Cukai

- Publisher

Sabtu, 5 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Angka perokok di Indonesia disebut-sebut kian mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan lantaran harga rokok yang yerlalu murah sehingga dapat dijangkau masyarakat bahkan anak-anak.

Kasubdit Tarif Cukai dan Harga Dasar Ditjen Bea Cukai Sunaryo membantah bahwa harga rokok di Indonesia terlalu murah. Menurutnya harga rokok sudah tinggi hal itu dibandingkan dengan harga makan.

“Rokok itu Rp20.000, makan sekitar Rp10.000 sampai Rp15.000 masih ada. Sebenarnya kalau mempertimbangkan daya beli, rokok itu tidak terlalu murah,” kata Sunaryo saat diskusi dalam ‘Polemik Trijaya bertajuk Pandemi, Harga Cukai dan Naiknya Perokok Anak’ yang disiarkan secara daring, Sabtu (5/9/2020).

BACA JUGA:  Ferdinand: Ini Membuktikan FPI Itu Memang Radikal dan Bahaya Bagi Persatuan

Kata Sunaryo, jika dibandingkan dengan harga rokok dan kebutuhan makan di beberapa negara di dunia, harga rokok di Indonesia bisa dikatakan tidak terlalu berbeda atau lebih tinggi dengan harga makan dibanding rokok.

“Sekarang googling aja merk rokok putih yang paling dominan di Jepang 502 yen (harganya) kalau di konversi ke Rupiah Rp66.000 sekian, kalau makan di pinggir restoran Jepang bisa Rp150 ribu-Rp250 ribu,” ujarnya.

Sunaryo menerangkan, berdasarkan data Index 2013, Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan telah menaikkan harga rokok hingga 100% per 2020.

BACA JUGA:  Bawa iPhone 18 atau iPhone Duo dari Luar Negeri ke Indonesia, Ini Hitungan Bea Masuk dan Pajaknya

“Kalau 2013-2018, kita menaikkan harga sekitar 70,2% ini kebijakan kita. Jadi sebenarnya cukup tinggi kebijakan kita dan cukup berani,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam kesemoatan yang sama Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) Renny Nurhasana, mendorong agar harga rokok dinaikkan demi mencegah peningkatan perokok terhadap anak.

Menurutnya rendahnya harga rokok menjadi penyebab utama banyakknya anak-anak yang merokok. “Harga rokok masih murah itu masih terjangkau anak mendorong konsumsi yang naik untuk anak-anak,” kata Renny.

BACA JUGA:  Kapal Tangkapan Bea Cukai Terbakar

Menurut Renny kunci yang bisa dilakukan agar menekan peningkatan perokok anak adalah menaikkan harga rokok. Hal itu pula yang dilakukan berbagai negara di dunia meski kenaikan harga rokok tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

“Kalau kita lihat pakai data bahwa di berbagai negara lain sudah efektif. Kalau Thailand membutuhkan 10 sampai 20 tahun untuk harga rokok Rp50.000 per bukus, Australia butuh 40 tahun untuk Rp200 ribu harga rokok, ah untuk Indonesia seperti apa tapi negara lain demikian,” tandasnya.

Sumber : www.okezone.com

Berita Terkait

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka
Tak Perlu Bolak-balik Dukcapil, Pisah KK Kini Bisa Diajukan dari HP Lewat IKD
Pindah Domisili Kini Bisa dari Ponsel, Tak Perlu Lagi Surat Pengantar RT/RW
BGN Pangkas Anggaran Rp30 Triliun, MBG 2027 Tetap Disiapkan Rp232,5 Triliun

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Senin, 21 September 2026 - 07:33 WIB

Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah

Jumat, 18 September 2026 - 11:20 WIB

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September

Rabu, 16 September 2026 - 10:00 WIB

OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Berita Terbaru