Menristek: Pengembangan Vaksin Merah Putih Sudah Capai 40 Persen

- Publisher

Kamis, 3 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan, perkembangan terkini vaksin corona buatan Indonesia yang diberi nama Vaksin Merah Putih dalam konferensi pers virtual Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jakarta, Rabu (2/9/2020).

“Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Eijkman saat ini sudah mencapai 40 persen dari keseluruhan tahapan. Sedang disiapkan sel mamalia, sel ragi, dan akhir tahun uji pada hewan. Pada sekitar Maret 2021 bibit vaksin bisa diberikan kepada Bio Farma untuk scale up produksi dimulai uji klinis tahap I,II,III ,” jelas Menteri Bambang, seperti dikutip dalam rilis Kemenristek/BRIN di Jakarta, Kamis (3/9/2020).

Menteri Bambang mengungkapkan setidaknya Indonesia membutuhkan 300-400 juta ampul vaksin Covid-19, mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk 260 juta jiwa yang tentunya semuanya membutuhkan vaksin.

BACA JUGA:  Mau Punya Uang Pecahan Rp75 Ribu Edisi Khusus HUT RI ke-75? Simak Tata Caranya

Oleh karena itu Menteri Bambang menyampaikan pentingnya kemandirian pengembangan vaksin Covid-19. Menteri Bambang mengapresiasi banyak peneliti dari berbagai instansi terlibat berupaya mengembangkan dan melahirkan bibit vaksin yang nantinya siap untuk diproduksi.

Menteri Bambang menyampaikan pihaknya mengidentifikasi lima institusi yang mengembangkan Vaksin Merah Putih untuk mengatasi pandemi Covid-19. Lembaga Eijkman mengembangkan vaksin berbasis platform subunit protein rekombinan dan inactivated virus atau virus yang dilemahkan. Universitas Indonesia mengembangkan vaksin dengan tiga platform yaitu DNA, RNA, dan virus like particle. Institut Teknologi Bandung dan Universitas Airlangga masing-masing mengembangkan vaksin dengan platform adenovirus. Sementara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan vaksin dengan platform protein rekombinan.

Mutasi Virus Corona D614G

Menteri Bambang mengatakan, mutasi pada virus corona tipe SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 tidak akan mengganggu upaya pengembangan vaksin yang saat ini tengah dilakukan. Menteri Bambang mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik berlebih terhadap mutasi D614G, namun harus tetap waspada penuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19

BACA JUGA:  Kemenkes : Pasien Covid-19 Berisiko Terinfeksi DBD

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio membenarkan hal tersebut. Amin menjelaskan mutasi virus ini tidak merubah struktur maupun fungsi dari receptor-binding domain (RBD) atau domain pengikat reseptor yang bertugas menjangkiti bagian protein manusia. Amin mengatakan kinerja vaksin tidak akan terganggu selama vaksin ditujukan pada RBD yang merupakan bagian dari virus spike yang dijadikan target vaksin.

“Meskipun perubahan terjadi pada spike protein, namun pada lokasi yang berbeda. Sehingga receptor-binding domain (RBD) tidak terganggu, selama vaksin ini ditujukan terhadap RBD maka tidak akan mengganggu kinerja vaksin,” terang Amin.

Amin mengatakan di Indonesia telah mengirim 24 sampel virus genom atau whole genom sequencing (WGS) SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 ke lembaga global GISAID. Dari 24 sampel virus genom tersebut, sembilan diantaranya mengandung mutasi D614G. Rinciannya dua dari Surabaya, tiga dari Yogyakarta, dua dari Tangerang dan Jakarta, dan dua dari Bandung. Bahkan sebenarnya, sebelumnya ditemukan pertama kali di Jerman dan China pada Januari 2020.

BACA JUGA:  Firli Bahuri: KPK Sudah Tangkap 1.552 Koruptor di Indonesia

Mengutip pembicaraan langsung Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi tentang COVID-19 Prof Ali Ghufron Mukti dengan Presiden GISAID bahwa belum ada bukti mutasi D614G lebih infeksius atau lebih berbahaya, yang perlu mendapat perhatian adalah mutasi L18F yang memiliki akses antibodi.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19, Ali Ghufron Mukti, Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes, Achmad Yurianto, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Doni Monardo.

Berita Terkait

Pemerintah Jamin Status dan Kesejahteraan Guru Non-ASN, Penataan Dilakukan Bertahap
Prabowo Tegas! Potongan Ojol Diminta di Bawah 10 Persen, Driver Dapat 92%
Program SMA Unggul Garuda Digeber, Akses Pendidikan Berkualitas Kian Terbuka
Ketum GHLHI Soroti Menteri Lingkungan Hidup, Desak Penegakan Hukum Lebih Tegas
Serahkan KTP di Lobi Gedung? Pakar Sebut Berpotensi Langgar UU Data Pribadi
Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 5 Santri Laki-Laki, Ustaz SAM Dilaporkan ke Bareskrim Polri
KNPI Serukan Pemuda Jaga Persatuan di Tengah Isu Pemakzulan Pemerintah
Guntur Sahat Jadi Kakanwil Imigrasi Kepri, Wahyu Eka Putra Pimpin Imigrasi Batam
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:24 WIB

Pemerintah Jamin Status dan Kesejahteraan Guru Non-ASN, Penataan Dilakukan Bertahap

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:28 WIB

Prabowo Tegas! Potongan Ojol Diminta di Bawah 10 Persen, Driver Dapat 92%

Kamis, 30 April 2026 - 12:21 WIB

Program SMA Unggul Garuda Digeber, Akses Pendidikan Berkualitas Kian Terbuka

Senin, 27 April 2026 - 17:50 WIB

Ketum GHLHI Soroti Menteri Lingkungan Hidup, Desak Penegakan Hukum Lebih Tegas

Minggu, 19 April 2026 - 11:52 WIB

Serahkan KTP di Lobi Gedung? Pakar Sebut Berpotensi Langgar UU Data Pribadi

Berita Terbaru