Masa Pandemi: Pesanan Peti Mati Naik dari 150 Jadi 1.000 per Bulan

- Admin

Senin, 21 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, inikepri.com – Layaknya oase di tengah padang pasir, bisnis peti mati kian subur pada masa pandemi COVID-19. Ribuan pesanan hadir setiap bulan baik dari rumah sakit maupun perorangan.  

Aan mungkin tak pernah menyangka jika bisnis peti mati yang telah dijalankan belasan tahun kini memasuki masa keemasan. Bisnisnya menjadi berkah, selain membantu para korban meninggal, ia juga tetap mendapatkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit setiap bulannya.

Dia bercerita, kebutuhan peti mati saat ini sangat banyak. Dalam sebulan ia mampu menjual 1.000 lebih peti mati untuk pasien COVID-19. Sebelum pandemi merajalela, jumlah pesanan hanya sekitar 150 per bulan.

Baca Juga :  Pesawat Susi Air Kecelakaan, Susi Pudjiastuti Beberkan Keadaan Pilot dan Penumpang

“Sesuai peraturan protokol kesehatan orang meninggal tidak boleh (menggunakan) kain kafan tapi menggunakan peti jenazah. Untuk menghindari penguapan virusnya karena enggak bisa kelihatan tapi bisa dirasakan,” katanya kepada kumparan, Senin (21/9).

“Pesanan per bulan sekarang 1.000 lebih, sebelum pandemi paling 150 peti,” tambahnya.

Aan mengatakan, sebagian besar para pelanggannya adalah perorangan. Meski demikian, ia tak menampik jika rumah sakit juga memesan. Bahkan, beberapa waktu lalu ia mengaku ada donatur yang memesan peti mati untuk dibagikan ke rumah sakit.  

“Awalnya mereka mencari dari Google habis gitu nelfon kepada kami, pak tolong buatkan seperti ini petinya terus ini nanti setelah nanti udah selesai diantar ke rumah sakit,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kasus Aktif COVID-19 di Kepri Capai 123 Orang

Aan memiliki 6 karyawan, dalam sehari ia mampu menyelesaikan 20 peti. Namun, ia menjelaskan bahwa lama pengerjaan tergantung jenis pesanan.  

Ada empat kelas yang ia tawarkan dalam menjual peti mati, yaitu kelas satu, dua, tiga dan VVIP. Kelas satu menjadi produk yang paling banyak dipesan. Sebab mayoritas korban meninggal karena COVID-19 memesan peti mati kelas satu.  

“Kelas satu itu kan untuk penderita COVID-19, isinya hanya bantal aja satu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cium Aroma Kopi, Cara Mudah Deteksi Covid-19

Namun untuk kelas dua dan tiga untuk kebutuhan orang-orang kristen. Kelas dua dan tiga lebih lengkap, seperti sarung tangan, kaos kaki. Untuk kelas satu ia membanderol Rp 3 juta per pesanan warna cokelat.

Sementara untuk kelas dua dan tiga mencapai Rp 4 juta per pesanan untuk warna putih.

Untuk anak-anak, dia membanderol 1,5 juta per peti warna cokelat dan Rp 2 juta per peti untuk warna putih. Untuk pengiriman ia bekerja sama dengan kurir lokal dan Gobox. “Ongkir dibayar sendiri,” ucapnya.

Selain ke Jakarta, Aan juga mengirim hingga Bandung.

Sumber : www.kumparan.com

Berita Terkait

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan
Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru
Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi
Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui
Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Terjaring OTT KPK Bersama 9 Orang Lainnya
Endipat Sentil Kinerja Komdigi, Tegaskan Kritik Bukan Ditujukan kepada Relawan
PPPK BGN 2025 Resmi Dibuka, Begini Tata Cara dan Syarat Lengkap Pendaftarannya

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 10:58 WIB

Puasa 2026 Segera Tiba, Siswa Dapat Libur Tiga Hari di Awal Ramadan

Sabtu, 3 Januari 2026 - 08:54 WIB

Polri Mulai Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru, Penegakan Hukum Masuki Babak Baru

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:19 WIB

Cara Cek Hasil Nilai TKA Kemendikdasmen 2025, Lengkap dan Resmi

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:17 WIB

Mulai Januari 2026, Sebut Teman ‘Anjing’ Bisa Berujung Bui

Senin, 22 Desember 2025 - 17:30 WIB

Hakim PN Batam Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Selingkuh dengan Anggota Ormas

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB