Politisi PDIP: Kalau Masih Ngotot Reuni Akbar, Tembak Mati Pemimpinnya!

- Publisher

Selasa, 17 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(suara.com)

(suara.com)

INIKEPRI.COM – Politisi PDIP, Dewi Tanjung turut mengomentari rencana sejumlah ormas Islam yang hendak mengadakan reuni akbar 212 di kawasan Monumen Nasional atau Monas, Jakarta Pusat. Dewi mengatakan, seandainya agenda tersebut tetap digelar di tengah pandemi, maka aparat penegak hukum harus melakukan penindakkan keras.

Bahkan, kata Dewi, jika ada pihak-pihak yang ngotot reuni akbar saat sudah dilarang, jangan sungkan-sungkan melakukan tindakan ofensif dengan cara menembak mati. Sebab, politisi PDIP itu menilai, kegiatan tersebut hanya membuat gaduh negara.

BACA JUGA:  Kelas 1,2,3 Dihapus. Tarif Baru BPJS Kesehatan Lebih Murah?

“Kalau ada kelompok yang ngotot ingin mengadakan reuni akbar, tangkap pemimpin mereka, apabila melawan tembak mati aja daripada selalu bikin gaduh di negara orang. Muak lihat (kelakuan) mereka,” ujar Dewi Tanjung melalui akun Twitter pribadinya, dikutip Senin 16 November 2020.

Lebih jauh, Dewi meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi menginstruksikan Kapolri dan Panglima TNI untuk menindak Habib Rizieq Shihab dan jutaan pengikutnya. Sebab, kata dia, kelompok tersebut enggan mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia. Sehingga, jika terus dibiarkan, tentu sangat berbahaya.

BACA JUGA:  Berikut Daftar Harga Rokok Terbaru 2022: Dari Sampoerna, Djarum hingga Gudang Garam

“Pak Jokowi, Anda Presiden Indonesia, Anda berhak memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI untuk bertindak tegas kepada Rizieq Shihab dan pengikutnya. Jangan takut sama (orang yang) jualan ulama dan agama. Kelompok ini sudah keterlaluan, tidak mau menaati aturan di negara ini,” pintanya.

“285 juta jiwa jauh lebih berharga dibanding tujuh juta umat kadrun pembuat rusuh negara ini. Basmi tujuh juta umat kadrun, masih ada 278 juta rakyat Indonesia waras yang ingin negaranya kembali tenang dan damai. Tidak usah takut sama Rizieq cs, pedagang ulama dan agama, mereka hanya manusia biasa,” sambungnya.

BACA JUGA:  10 Tahun Jokowi: Kawasan Berikat Sokong Geliat Ekonomi Rakyat

Diketahui, sebelumnya Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212, Slamet Marif mengatakan, pihaknya sudah meminta izin Pemprov DKI Jakarta terkait penggunaan area Monas untuk menggelar reuni akbar 212. Bahkan, dia mengaku, surat permohonannya sudah dikirim sejak tiga bulan lalu. (ER/Hops)

Berita Terkait

Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya
Mulai 10 Juni 2026! Pertamax RON 92 Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertalite Tetap Rp10 Ribu
BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan
Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan
Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat
Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk
Kabar Baru untuk ASN! WFH Hari Jumat Masih Lanjut sampai Dua Bulan ke Depan

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:13 WIB

Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:28 WIB

Mulai 10 Juni 2026! Pertamax RON 92 Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertalite Tetap Rp10 Ribu

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:28 WIB

BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:44 WIB

Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:40 WIB

Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan

Berita Terbaru