Ceramah Rizieq Shihab Viral: Ancam Penggal Kepala di Jalan Jika…

- Publisher

Rabu, 18 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Front TV)

(Front TV)

INIKEPRI.COM – Video ceramah Rizieq Shihab yang berisi ancaman pemenggalan kepala terhadap pelaku penista Islam, penista nabi, dan penista ulama, beredar di media sosial dan menjadi perbincangan khalayak ramai.

Bukan tanpa sebab. Video itu dinilai syarat akan provokasi dan ujaran kebencian. Setidaknya begitulah kata anggota DPD RI dari DKI Jakarta, Jimly Asshiddiqie.

“Ini contoh ceramah yg brsifat mnantang & berisi penuh kbencian & prmusuhan yg bagi aparat psti hrs ditindak. Jika dibiarkan provokasinya bisa mluas & melebar. Hentikan ceramah seperti ini, apalagi atas namakan dakwah yang mustin dengan hikmah dan mau’zhoh hasanah,” cuit Jimly di Twitter.

BACA JUGA:  Mau Punya Uang Pecahan Rp75 Ribu Edisi Khusus HUT RI ke-75? Simak Tata Caranya

https://twitter.com/JimlyAs/status/1328842706026602497?s=19

 

Video berdurasi 40 detik itu salah satunya dibagikan akun Twitter Denny Siregar, @dennysiregar7.

Dalam video yang diduga merupakan potongan dari video kanal YouTube Front TV (akun FPI) itu, Rizieq bicara berapi-api mengingatkan pemerintah dan kepolisian akan adanya pemenggalan kepala bila penista agama tidak dibiarkan bebas dan tidak diproses hukum.

“Kepada pemerintah, khususnya kepolisian, kita kasih tahu, kalau nggak mau seperti kejadian di Prancis, penghina nabi dipenggal, tolong, kalau ada laporan, penista-penista agama, proses dong!” katanya.

BACA JUGA:  Ajak Pendukungnya Mati Syahid, Rizieq Shihab: Jangan Takut Sama Pistol

Rizieq pun mengingatkan untuk tidak menyalahkan umat Islam bila suatu saat ada potongan kepala tercecer di jalan.

“Yang menghina nabi, menghina Islam, menghina ulama, proses! Betul? Kalau tidak diproses, jangan salahkan umat Islam kalau kepalanya besok ditemukan di jalan. Takbir! Takbir! Siap bela nabi! Siap mati untuk Rasulullah! Takbir!” katanya pula.

Video tersebut pun ditanggapi oleh Denny Siregar, pegiat media sosial yang selama ini diduga pro-pemerintahan Jokowi.

BACA JUGA:  KNPI Kepri Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Haris Pertama di Kongres KNPI XVI

“Ini video baru atau lama sih @DivHumas_Polri? Ceramah Rizik ini sadis banget. Sudah mulai ancam main penggal penggal kepala,” tulis Denny pada Selasa, 17 November 2020.

Pada Rabu, 18 November 2020, Denny kembali menulis cuitan yang diduga menanggapi video Rizieq. Ia bahkan siap menyediakan kepalanya untuk dipenggal.

“Dipenggal oleh gerombolan setan berbaju agama adalah sebuah kehormatan.. Percayalah. Kusediakan kepalaku jika itu menjadi jalan untuk menggerakkan banyak orang,” tulisnya. (RWH/Indozone)

Berita Terkait

Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan
Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat
Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk
Kabar Baru untuk ASN! WFH Hari Jumat Masih Lanjut sampai Dua Bulan ke Depan
Tak Harus Tunggu Umur 7 Tahun, Kemendikdasmen Buka Peluang Anak Masuk SD Lebih Cepat
Prabowo Geram Soal Bea Cukai! Pimpinan Tak Mampu Diminta Diganti dan Tindak yang Melanggar
Mau Hibahkan Tanah ke Anak? ATR/BPN Ungkap Cara Balik Nama Sertifikat Tanpa Ribet
Punya Rumah Sertifikat HGB? ATR/BPN Ungkap Cara Ubah Jadi SHM, Biayanya Cuma Rp50 Ribu

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:40 WIB

Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:17 WIB

Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:09 WIB

Blackout Sumatera Gegerkan Warga, PLN Ungkap Penyebab Utamanya Cuaca Buruk

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:25 WIB

Kabar Baru untuk ASN! WFH Hari Jumat Masih Lanjut sampai Dua Bulan ke Depan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:16 WIB

Tak Harus Tunggu Umur 7 Tahun, Kemendikdasmen Buka Peluang Anak Masuk SD Lebih Cepat

Berita Terbaru