Pangdam Jaya Marah Besar Karena Rizieq Shihab Bicara Begini

- Publisher

Sabtu, 21 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mayjen TNI DA (Kodam Jaya)

Mayjen TNI DA (Kodam Jaya)

INIKEPRI.COM – Situasi Ibukota Jakarta pada Jumat 20 November 2020 agak sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan konvoi patroli keamanan besar dengan melibatkan ratusan prajurit dan kendaraan tempur.

Prajurit TNI bergerak setelah mendapat perintah dari Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya/Jayakarta, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdcurachman, untuk melakukan pembersihan atribut-atribut berbau provokasi yang mengarah pada gangguan persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia.

BACA JUGA:  Rizieq Dihukum Dua Kali Lipat Hukuman Ahok, Netizen: Karma is Real

Pasukan bergerak dari lapangan Monas di Jakarta Pusat, menyisir jalanan Jakarta. Tapi, tak cuma itu saja, prajurit TNI melucuti semua baliho bergambar pimpinan Organisasi Masyarakat FPI, Rizieq Shihab, yang terpasang liar di tepi jalan dan area umum lainnya.

Tak cukup sampai di situ, prajurit TNI bergerak dari Pasar Tanah Abang menuju Jalan KS Tubun dan menembus sarang FPI di Jalan Petamburan III. Baliho raksasa di lokasi itu dicopoti dengan cepat.

BACA JUGA:  Oh, FPI Ternyata Sudah Tak Terdata di Kemendagri

Apa yang sebenarnya terjadi, mari kita kembali ke Monas.

Jadi sebelum bergerak, dalam Apel Pasukan di Monas, prajurit TNI mendapatkan perintah dari Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung untuk membersihkan semua wilayah Jakarta dari baliho Rizieq Shihab. Sebab, selain baliho itu melanggar aturan Pemerintah Daerah, di baliho itu juga terpajang tulisan-tulisan provokasi yang berpotensi mengganggu keamanan.

BACA JUGA:  Pangdam Jaya Mayjen Dudung Diangkat Menjadi Pangkostrad

“Ada orang berbaju loreng menurunkan baliho habib. Itu perintah saya, Satpol PP menurunkan, dinaikan lagi. Begini, kalau siapapun di republik ini, ini negara hukum harus taat kepada hukum. Pasang baliho ada aturannya, ada bayar pajaknya. Jangan seenaknya sendiri seakan-akan paling benar. Enggak ada itu, jangan coba coba. kalau perlu FPI bubarkan saja itu,” kata Panglima Kodam.

Berita Terkait

Polri Keluarkan Aturan Tegas! Personel Dilarang Nge-Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Kantor
KTP Hilang Tak Perlu Panik! Ini Syarat dan Cara Mengurusnya Tanpa Pengantar RT/RW
UMP 2027 Terancam Molor? Dewan Pengupahan Nasional Masih Kosong, Buruh Belum Diajak Bahas
Geger! Hashim Djojohadikusumo, Adik Prabowo, Sebut Rupiah Bisa Tembus Rp22.000
Kena PHK? Pekerja Bisa Ajukan Bansos Online, Ini Syarat dan Caranya
Pindah Jalur Afirmasi ke Domisili saat SPMB, Ini Syarat dan Prosedurnya
Mau Ikut Magang Nasional 2026? Ini Jadwal Pendaftaran dan Pengumuman Hasilnya
BAZNAS Buka 4 Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan S1, Cek Syarat dan Cara Daftar

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:34 WIB

Polri Keluarkan Aturan Tegas! Personel Dilarang Nge-Vape, Berlaku di Dalam dan Luar Kantor

Minggu, 1 November 2026 - 07:35 WIB

KTP Hilang Tak Perlu Panik! Ini Syarat dan Cara Mengurusnya Tanpa Pengantar RT/RW

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:15 WIB

UMP 2027 Terancam Molor? Dewan Pengupahan Nasional Masih Kosong, Buruh Belum Diajak Bahas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Geger! Hashim Djojohadikusumo, Adik Prabowo, Sebut Rupiah Bisa Tembus Rp22.000

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:16 WIB

Kena PHK? Pekerja Bisa Ajukan Bansos Online, Ini Syarat dan Caranya

Berita Terbaru