Pencopotan baliho Rizieq, bukan semata menurunkan baliho saja tapi Pangdam Jaya telah sukses meruntuhkan simbol perpecahan yang terjadi.
“Cuma memang menghancurkan simbol tidak mudah, kalau dia dihabisi dengan cara keras akan muncul Rizieq-Rizieq lain yang jauh lebih gila dan suatu saat kita akan lebih repot menghadapinya. Mumpung dia belum jadi besar mari hancurkan simbol mereka dan tumbuhkan simbol baru tentang keragaman kebhinekaan keragaman atas nama seluruh bangsa Indonesia,” kata dia.
Propaganda Rizieq Didanai Elite
Denny mengatakan propaganda Rizieq ini benar-benar didanai dan dimainkan kelompok elite politik yang ingin merebut kekuasaan. Makanya Denny mengaku salut dengan manuver Pangdam Jaya.
“Ketika Pangdam Jaya hancurkan baliho itu orang politik teriak, Rizieq adalah investasi mereka sejak lama. Ketika simbol propaganda mereka dihancurkan maka hancur pula harapan mereka untuk bisa memenangkan pertarungan di Pilkada dan Pilpres,” jelasnya.
Denny mengaku tak bisa membayangkan bila tak ada langkah tegas dari Pangdam Jaya, bakalan seperti apa lagi nanti propaganda yang akan muncul.
Denny mengatakan, model propaganda Rizieq ini bahaya, bangun kebencian lewat slogan dan menipu masyarakat umum bahwa Islam sedang ditindas penguasa, kalau tidak dihentikan sekarang ia kelak menjelma jadi monster yang kumpulkan banyak orang bodoh untuk melakukan kejahatan besar dengan bungkus agama.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

















