Pemerintah Siapkan Anggaran Bansos 2021 Sebesar Rp110 Triliun

- Publisher

Rabu, 30 Desember 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (ist)

Ilustrasi (ist)

INIKEPRI.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar Rp110 Triliun untuk penyaluran bantuan program perlindungan sosial.

“Kita tahu di APBN 2021 telah kita siapkan kurang lebih 110 triuliun rupiah melanjutkan program perlindungan sosial,” kata Presiden dalam Rapat Persiapan Penyaluran bantuan Sosial (Bansos) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Dijelaskannya, penyaluran Bansos digunakan untuk sejumlah program diantaranya kartu sembako, Bansos tunai, program keluarga harapan (PKH), kartu prakerja, bantuan langsung tunai desa serta diskon listrik selama enam bulan.

BACA JUGA:  Jokowi Dijadwalkan Letakkan Batu Pertama Jembatan Batam-Bintan

“Untuk program kartu sembako Rp45,1 triliun, untuk penyaluran Bansos pangan 18,8 juta penerima manfaat masing-masing 200 ribu, kemudian PKH disiapkan Rp28,7 triliun untuk 10 juta penerima selama 4 triwulan. Kemudian Bansos tunai 12 triliun untuk 10 juta penerima masing-masing 300 ribu selama 4 bulan. Kemudian program kartu prakerja ini Rp10 triliun. Bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa Rp14,4 triliun, kemudian ditambah diskon listrik selama 6 bulan Rp3,78 triliun,” jelas Presiden.

BACA JUGA:  Gubernur Sulsel Kena OTT, Ini Kronologinya

Kepala Negara menegaskan, sejumlah program Bansos tersebut diharapkan dapat tersalurkan pada Januari 2021 agar mampu meningkatkan daya beli masyarakat serta mendongkrak perekonomian nasional.

“Yang kita ingin tekankan pertama, Bansos ini harus disalurkan dimulai bulan Januari. Saya sudah sampaikan pada pak Menko tapi ini ada bu Mensos. Januari awal harus tersalurkan karena akan memberikan triger pada pertumbuhan ekonomi,” kata Presiden.

Dijelaskannya, Bansos yang sebelumnya diberikan dalam bentuk kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako), diganti dengan berupa uang tunai yang disalurkan melalui pos atau rekening bank tabungan penerima.

BACA JUGA:  Diam-diam Kapal China Ini Sudah di Titik KRI Nanggala Tenggelam, Siap Evakuasi!

“Yang dulu diberikan dalam bentuk Sembako terutama untuk Jabodetabek sudah kita putuskan tunai lewat pos atau bank. Banking sistem jadi jangan sampai mundur bulan Januari harus sudah bisa di mulai karena menyangkuit daya ungkit ekonomi menyangkut daya beli masyarakat konsumsi rumah tangga yang kita ingin ini bisa menggerakkan deman atau permintaan,” jelas Presiden. (AFP)

Berita Terkait

Mulai 1 Juli 2026, Grab dan Gojek Kompak Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen
ATR/BPN dan Kemendagri Terbitkan Surat Edaran Bersama, Percepat Integrasi LP2B ke RTRW Daerah
Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya
Mulai 10 Juni 2026! Pertamax RON 92 Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertalite Tetap Rp10 Ribu
BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis
Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET dalam Dua Pekan
Presiden RI Anugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Ansar Ahmad, Kepri Dinilai Berhasil Bangun Sektor Kelautan
Matahari Tepat di Atas Ka’bah 27-28 Mei: Kemenag Ajak Umat Islam Cek Arah Kiblat

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:36 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Grab dan Gojek Kompak Pangkas Komisi Ojol Jadi 8 Persen

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:09 WIB

ATR/BPN dan Kemendagri Terbitkan Surat Edaran Bersama, Percepat Integrasi LP2B ke RTRW Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:13 WIB

Ketua MUI Sebut MBG Program Mulia: Yang Diperbaiki Pelakunya, Bukan Programnya

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:28 WIB

Mulai 10 Juni 2026! Pertamax RON 92 Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Pertalite Tetap Rp10 Ribu

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:28 WIB

BGN Moratorium Dapur Baru, Fokus Perkuat Kualitas Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru